oleh

Menteri Erirck Thohir Endus Aroma Korupsi Terselubung di PTPN

Menteri BUMN Erick Thohir

Jakarta, Warta9.com – Menteri BadanUsaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir nengendus ada dugaan korupsi di tubuh PTPN Grup termasuk di PTPN VII.

Menteri Erick menyebut beban utang ‘segunung’ yang dicatatkan PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN merupakan bentuk korupsi yang terselubung yang berlangsung sejak lama.

Korupsi terselubung tersebut membuat perusahaan akhirnya terbebani utang hingga Rp 43 triliun yang mulai diperbaiki oleh manajemen baru.

Dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (22/9/2021), Erick menyebut aksi korupsi tersebut harus diungkap dan orang yang bertanggungjawab terhadap hal itu harus dituntut.

Sementara itu, Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Ghani mengatakan, perusahaan akan segera melakukan sejumlah langkah korporasi guna meningkatkan performa perusahaan. Dia optimistis dengan restrukturisasi yang dilakukan akan menghasilkan optimalisasi kinerja jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

Ghani mengatakan, PTPN III berhasil menorehkan kinerja positif pada semester I tahun ini. Tercatat laba bersih perusahaan melesat 227% atau mencapai Rp 1,45 triliun dari sebelumnya rugi dalam 2 tahun terakhir.

PTPN yang sehat itu hanya PTPN 3, PTPN 4, dan PTPN 5, lainnya seperti PTPN VII punya persoalan finansial masing-masing.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PTPN VII Bambang Hartawan, saat dimintai tanggapannya mengatakan, ia turut mendampingi Direktur dalam hearing dengan DPR via zoom. Hearing dengan Komisi VI DPR RI dalam rangka pembentukan SEG. Ini merupakan salah satu langkah restrukturisasi PTPN group. “Dan beberapa langkah lainnya sudah diterapkan di PTPN anak perusahaan. Dan Alhamdulillaah beberapa program restrukturisasi yang sudah diterapkan di N7membawa dampak peningkatan kinerja yang signifikan di tengah kondisi pandemi kita bisa eksis beroperasi,” ujar Bambang.

Bambang melanjutkan, kondisi operasional PTPN VII bisa dikatakan tidak ada gangguan. “Bisa dikatakan hal-hal yang kita lakukan bisa mencapai kinerja yang lebih baik. Kita katakan sekarang menjadi lebih sehat.

Terkait apa yang disampaikan Dirut PTPN Holding bahwa PTPN VII belum masuk nominasi PTPN sehat, Bambang menyampaikan bahwa PTPN termasuk PTPN VII terus melakukan perbaikan kinerja. Ini dibuktikan bahwa saat ini PTPN VII sudah mengalami laba. Jadi kinerja jajaran PTPN VII terus dilakukan perbaikan sehingga terlihat tumbuh membaik termasuk sisi kinerja keuangan juga positif.

Oleh karena sudah menunjukkan ke arah positif, maka untuk membayar hutang PTPN VII juga tidak ada kendala. Ini terbukti PTPN VII sudah memperoleh laba. (W9-jam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed