oleh

Sulpakar : Era Digital Peran Guru Dalam Proses Pendidikan Sangat Penting untuk Tanamkan Nilai-nilai Wawasan Kebangsaan

Kadis Diskbud Provinsi Lampung Sulpakar membuka Webinar Penguatan Wawasan Kebangsaan Kepala SMA/SMK/SLB. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung Drs. H. Sulpakar, MM, mengatakan, peran Kepala Sekolah dan Guru dalam proses pendidikan menjadi sangat penting terutama pada era digital, internet of thing dan Revolusi Industri 4.0, dimana batas ruang dan waktu menjadi hilang.

Peserta didik dengan mudah memperoleh informasi yang baik bersifat positif maupun negatif. Kondisi seperti ini jika dibiarkan akan merusak jati diri peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. Disinilah pentingnya penanaman nilai-nilai wawasan kebangsaan yang berlandaskan pada Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai wawasan kebangsaan diharapkan mampu menjadi penangkal bagi peserta didik dari pengaruh negatif yang merusak keutuhan negara.

Hal itu, dikatakan Sulpakar, saat membuka Webinar Penguatan Wawasan Kebangsaan Bagi Kepala SMA/SMK/SLB Negeri dan Swasta se-Provinsi Lampung, Rabu (10/11/2021). Webinar yang diikuti para kepala sekolah ini, menghadirkan pembicara pakar pendidikan Unila Prof. Dr. Sudjarwo, MS.

Sulpakar menyampaikan, Wawasan Kebangsaan adalah konsep politik bangsa Indonesia yang memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah, meliputi tanah (darat), air (laut) termasuk dasar laut dan tanah di bawahnya dan udara di atasnya secara tidak terpisahkan. Yang menyatukan Bangsa dan Negara secara utuh menyeluruh mencakup segenap bidang kehidupan nasional yang meliputi aspek politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.

Tujuan dari Wawasan Kebangsaan adalah Mewujudkan Nasionalisme yang tinggi dari segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang mengutamakan kepentingan Nasional dari pada kepentingan perorangan, kelompok, golongan, suku Bangsa atau daerah. Kepentingan tersebut tetap dihargai agar tidak bertentangan dari kepentingan Nasional.

Menurut Sulpakar, tantangan Keberagaman dalam era
globalisasi memunculkan persaingan ketat, kejahatan berdimensi baru, disertai memudarnya nilai luhur kebangsaan, antara lain :

1. Masih terjadi intoleransi baik antar umat maupun inter umat beragama.
2. Masih ada kelompok yang memaksakan untuk mengganti ideologi/dasar negara dengan
ideologi tertentu;
3. Persaingan antar bangsa di dunia sehingga menginginkan NKRI menjadi lemah, bubar, dan terpecah;
4. Memudarnya nilai-nilai luhur budaya bangsa akibat dari globalisasi yang tidak di filter dengan baik.

Selain itu, kata Sulpakar, Media Sosial (Medsos) juga sebagai bagian dari tantangan keberagaman. Dimana media sosial memiliki kerawanan yang lebih besar dibandingkan dengan media konservatif. Karena siapa saja bisa menjadi pemilik media, jurnalis, penulis yang dapat men-share apa saja yang diinginkan.

Karena itu, Sulpakar mengharapkan, masyarakat perlu waspada dan berhati-hati dalam mendownload, men-share berita yang tidak bisa dipastikan tingkat kebenarannya.

Radikalisme dan Terorisme juga sebagai ancaman kebhinekaan yaitu :
1. Menghendaki perubahan secara ekstrem sesuai denga kehendak pengikutnya;
2. Hanya membenarkan kelompok/ajarannya;
3. Fanatisme sempit/diluar dirinya adalah kafir;
4. Dalam memahami agama bersifat tektualis dan skriptualis;
5. Islamo phobia yang melancarkan aksi deislamisasi, memupuk paham sekularisme;
6. Merendahkan citra Islam dikalangan umat lain;
7. Memecah persatuan dan kesatuan umat Islam serta disintegrasi Bangsa.

Untuk menangkal tantangan keberagaman tersebut, maka perlu peran serta masyarakat dalam hal ini kepala sekolah dalam menjaga terus kebhinekaan dan sosialisasikan 4 Pilar.

Sekolah hendaknya menanamkan pemahaman sejak dini bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan, namun harus menjadi kekuatan yang saling melengkapi.

Kemajemukan Bangsa Indonesia harus dijaga dan dipelihara sebagai modal sosial dan sumber kekayaan bangsa.

Menjaga dan mempertahankan NKRI adalah tanggungjawab semua komponen bangsa termasuk peran serta generasi muda dalam rangka mencegah setiap ancaman radikalisme dan terorisme yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. “Saya berharap seluruh Kepala SMA/SMK/SLB dapat mengikuti webinar ini dengan baik, dalam upaya meningkatkan nilai-nilai wawasan kebangsaan. Dan diharapkan mampu menjadi penangkal bagi warga satuan pendidikan mulai dari Kepala Sekolah, guru, tenaga kependidikan dan peserta didik dari pengaruh negatif yang merusak keutuhan negara,” harap Sulpakar. (W9-jam)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed