oleh

Nola Marta : Tapis Lampung dan Madu Aro Sangat Tepat Berkolaborasi dengan Endek Bali

Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari Arinal dan Ketua Dekranasda Bali Putri Suastini Coster melihat hasil karya Nola Marta yang dibalut dengan motif Tapis Lampung. (foto : Ari)

Bali, Warta9.com – Di tangan desainer Nola Marta dengan dukungan Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, kain tapis Lampung hadir di Provinsi Bali. Nola Marta Desainer Indonesia yang telah membawa motif kain Indonesia ke dunia internasional melalui karyanya.

Termasuk membawa hasil-hasil binaan Tapis dari Lampung yang telah dipamerkan dalam fashion show di New York Amerika Serikat pada tahun 2019. Kini melalui gerai Nola Marta Studio Desain yang berlokasi di Jl Kayu Ayak Seminyak hadir di Provinsi Bali.

Usaha Nola Marta mengangkat kain Tapis Lampung di masa pandemi Covid-19, mendapat apresiasi dari Riana Sari. Keindahan dan keunikan kain-kain tapis sampai saat ini telah banyak diminati oleh masyarakat Lampung maupun di luar Provinsi Lampung. Bahkan beberapa designer lokal maupun nasional telah membuat motif dan desain grafis Tapis Lampung ini menjadi produk yang diminati masyarakat di luar Provinsi Lampung bahkan mancanegara.

Nola Marta

Dengan terobosan ini lanjut Riana Sari, tentu saja akan sangat berpengaruh pada para perajin yang ada di Lampung. Harapan lainnya lanjut Riana Sari, terbangun kerjasama antara perajin Bali dan perajin Lampung melalui tangan dingin Nola yang membuat desain kombinasi antara tenun Bali dan Tapis Lampung.

Menurut Nola Marta, kain Tapis dan Madu Aro Lampung sangat tepat berkolaborasi dengan kain Endek Bali. “Semua sudah hadir di sini sangat tidak mungkin untuk membuka usaha dengan waktu yang singkat dan masa-masa seperti ini. Tapi, saya mengucap syukur atas dukungan Ibu Ketua Dekranasda dan semua Bapak dan Ibu yang mungkin tidak dapat saya ucapkan satu persatu, usaha ini bisa dimulai,” ujar Nola.

Sedangkan Desainer Didiet Maulana mengatakan, sebuah sejarah akan dituliskan di tanah pulau Dewata yang indah ini dan menjadi saksi kerjasama yang indah ke depan antara Dekranasda Bali dan Lampung. “Terima kasih atas kesempatannya terima kasih Ibu Riana terima kasih Ibu Putri semoga setelah ini kita bisa mendukung karya-karya anak bangsa lainnya dari Lampung dan Bali dan juga seluruh Nusantara,” ujar Didiet Maulana.

Nola Marta memakai baju kepada Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari Arinal. (foto : Ari)

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Suastini Coster mengatakan, Dekranasda harus bersikap tegas ketika ada inovasi mematikan yang asli. “Silakan ketika ada teknologi lahirkan seniman-senimannya. Begitu menurut ada mesinnya hasilkan aksesoris-aksesoris. Mustinya makin lama makin mahal karena harga dari logam bahan dasarnya perak dan emas dan semakin mahal. Tetapi kenapa bisa harganya lebih murah. Ya artinya logam emas dan perak yang kualitasnya kurang bagus untuk kesehatan,” ujar Putri Coster.

Diberitakan sebelumnya, peresmian Galeri Nola Marta dilakukan Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari Arinal dan Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Suastini Coster, ditandai dengan pengguntingan pita. Hadir juga desainer Didiet Maulana, Wakil Ketua Dekranasda Mamiyani Fahrizal, Sekretaris Rusdiana Dewi, Fitrianita Damhuri, Desi Yusus Barusman dan sejumlah pengurus Dekranasda Provinsi Lampung dan Bali. (W9-jam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed