2 dari 12 Orang Korban Mbah Slamet Berasal dari Lampung

Swasana pemakaman Irsad dan Wahyu Triningsih, di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Negeri Katon, Pesawaran Lampung, Sabtu (8/4/2023)

Lampung, Warta9.com – Nama Slamet Tohari atau Mbah Slamet (45) warga Banjarnegara Provinsi Jawa tengah ini mendadak menjadi sorotan publik. Pasalnya terduga dukun pengganda uang ini membunuh 12 korban dengan sadis, hanya 5 menit korbannya sudah tidak bernyawa.

Dari 12 korbanya tersebut, terdapat dua korban yang berasal dari Lampung. Korban merupakan pasangan sumai istri, Irsad dan Wahyu Triningsih, warga Dusun Simbaretno Desa Tanjung Rejo Kecamatan Negeri Katon, Pesawaran, Lampung.

Bacaan Lainnya

Korban Irsad dan Wahyu Triningsih tiba di rumah duka pada hari Sabtu, 08 April 2023 sekira pukul 03.00 Wib dinihari dan langsung dimakamkan pada hari yang sama.

Sejak penjemputan Jenazah hingga proses pemakaman kedua korban dikawal ketat oleh Anggota Polsek Gedong Tataan Polres Pesawaran.

Sementara itu, Slamet Tohari sang dukun palsu mengaku membunuh korbanya dengan dimonumi racuninya hingga tewas. “Mereka tidak sempat lagi berkata apa-apa, setelah minum racun yang saya berikan, muntah sedikit langsung tidak sadarkan diri, dan lima menit meninggal,” kata Slmet di hadapan  Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi, saat dilakukan penangkapan.

Dalam melakukan aksinya, tersangka mejanjikan bisa mengandakan uang hingga 100 kali lipat. Seumpama korban menyerahkan Rp 50 juta maka bisa menjadi Rp 5 miliar.

Kemudian yang menyetor atau menyerahkan Rp 70 juta bisa menjadi Rp 7 miliar. Untuk melipatkan duit tersebut, korban diminta harus menjalani ritual di sebuah kebun yang kemudian menjadi tempat tersangka melakukan pembunuhan serta penguburan.

Pelaku menggunakan modus tipudaya dengan meminta para korban meminum tablet yang mengandung klonidin. Kalau setelah meminum tablet tersebut korban mengantuk, ritual penggandaan uang yang dilakukan tersebut dikatakan tersangka akan gagal.

Selain itu, para korban juga diminta meminum cairan yang memang sudah dicampur dengan racun jenis potasium sianida. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.