oleh

217.620 Petani di Lampung Teregistrasi Program Kartu Petani Berjaya

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memimpin Rakor Implementasi KPB. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.com – Sebanyak satu juta orang lebih terdaftar di aplikasi Program Kartu Petani Berjaya (KPB). Kemudian ratusan ribu petani teregistrasi dan memanfaatkan KPB untuk bertransaksi.

Hal itu disampaikan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir. Kusnardi, M.Agr E.C, pada Rapat Koordinasi bersama Stakeholder terkait Optimalisasi Implementasi Program Kartu Petani Berjaya (KPB) Tahun 2022, yang dipimpin Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi, di Hotel Novotel, Rabu (29/12/2021).

Dalam laporannya, Kusnardi mengatakan, KPB bukan milik Provinsi, tapi milik seluruh Lampung baik Pemda maupun masyarakatnya. KPB adalah pertanian dalam artian luas, bukan hanya tanaman pangan, tapi juga hortikultura, perkebunan, kehutanan, perikanan.

Ia menyampaikan, Progres Pelaksanaan Implementasi KPB sampai dengan tanggal 20 Desember 2021 : Terdaftar di Aplikasi KPB: 1.046.047 orang, Petani teregistrasi aktif: 217.620 orang. Koperasi yang telah terintegrasi 16 koperasi dan 12 UMKM.

Jumlah Petani transaksi: 109.072 orang, dan Transaksi penebusan pupuk: Rp 24.771.095.320,- Realisasi penyaluran KUR melalui Program KPB melalui bank BNI kepada 9.493 Debitur sebesar Rp 221.446.590.000,-, Bank Mandiri 249 debitur sebesar Rp. 22.494.000.000, Bank Lampung kepada 2.172 debitur Rp 63.352.800.000.

Kusnardi menyampaikan, realisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP): 24.781 Petani dengan luas 15.719,08 Ha. Asuransi Nelayan Berjaya: 2.450 Nelayan. Asuransi Usaha Tani Sapi/Kerbau: 6.420 Peternak dengan 12.078 Ternak. Sedangkan Peremajaan Kopi: 888 Pekebun.

Pemberian Beasiswa bagi 100 Mahasiswa Unila, 129 Mahasiswa Polinela, dan 186 Mahasiswa UBL. Sosialisasi dan Bimbingan Teknis telah dilaksanakan di 15 Kabupaten/Kota kepada Petani/Penyuluh/Petugas Dinas Lingkup Pertanian

Ia menambahkan, Sosialisasi Pekebun telah dilaksanakan di 4 Kabupaten (Tanggamus, Lampung Barat, Lampung Timur, dan Pesawaran). Telah terintegrasinya aplikasi Pasar Tani pada aplikasi KPB dan telah disosialisasikan di 3 Kabupaten (Lampung Tengah, Lampung Timur dan Lampung Selatan).

Dukungan Percepatan Perangkat Daerah dalam Optimalisasi Implementasi Program KPB tahun 2022 antara lain: Koordinasi intensif dengan BNI Pusat dan Kementan dalam rangka percepatan pembuatan dashboard KPB sebagai sarana pelaporan yang terkoneksi dengan Kementan; Penerbitan SK Gubernur tentang Alokasi Pupuk Bersubsidi Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2022, yang akan ditindaklanjuti dengan SK Bupati/Walikota; Menindaklanjuti MoU Pemerintah Provinsi Lampung dengan PT. Pusri Palembang dan PT. Petrokimia Gresik tentang Pelaksanaan Kartu Petani Berjaya, agar PT. Pupuk Indonesia menyiapkan alokasi pupuk non subsidi dengan harga terbaik dan menarik untuk mengatasi kekurangan kebutuhan pupuk bagi petani.

Terus melakukan Sosialisasi, Bimtek dan Pendampingan Program KPB bagi petugas/penyuluh, petani, kios dan distributor di lapangan; Melakukan pendataan petani lansia yang akan mendapatkan jaminan sosial/asuransi petani lansia; Bekerjasama dengan Bank Himbara (BNI, Mandiri, BRI, Bank Lampung) dalam mengoptimalkan pemanfaatan KUR KPB oleh petani; Optimalisasi Kinerja Tim; Pengembangan sistem.

Rakor implementasi KPB selain dihadiri stakeholder juga dihadiri para Bupati dan pimpinan Bank. (W9-jam).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed