oleh

Anggota DPR RI Hanan Rozak Ajak Tingkatkan Ekspor Lada Hitam dan Komoditas Hortikultura di Lampung

Anggota DPR RI Hanan A Rozak menyampaikan materi pada Bimtek menuju Ekspor Lada Hitam di Lampung Utara. (foto : ist)

Lampung Utara, Warta9.com – Anggota Komisi IV DPR RI, Ir. H. Hanan A. Rozak, MS, terus membangkitkan semangat petani lada di Provinsi Lampung. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan ekspor Lada hitam dan komoditas hortikultura khususnya di wilayah Lampung.

Ajakan tersebut disampaikan Hanan A Rozak, dalam kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) menuju ekspor Lada hitam dan hortikultura yang dilakukan Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung di Lampung Utara, Kamis (28/10/2021).

Khususnya pada sektor perkebunan, kata Hanan Rozak anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini, masih menjadi komoditas andalan ekspor yang sangat dimininati pasar dunia, seperti halnya Lada. Berdasarkan catatan dari Eqfast Karantina Lampung, urutan tertinggi negara pengimpor Lada asal daerah Lampung diantaranya adalah Vietnam, Amerika Serikat, India, Netherlands dan Perancis.

“Dengan banyak permintaan di pasar dunia tentunya tugas kita tak hanya mendongkrak ragam komoditas pertanian. Namun terus berupaya untuk meningkatkan volume ekspor dari produk yang sudah masuk pasar Internasional. Hal yang tak kalah penting yaitu dibarengi dengan strategi penjualan yang baik,” ujar Hanan Rozak.

Oleh karena itu, lanjut Hanan perlu ditingkatkan sinergitas semua pihak. Tidak hanya antar instansi pemerintah, komunikasi dengan para petani dan pelaku usaha juga harus ditingkatkan. Seperti yang telah dilakukan oleh Balai Karantina Pertanian Lampung dengan mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) menuju ekspor Lada hitam dan hortikultura di Lampung Utara, merupakan bentuk upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan sektor perkebunan.

“Harapan kita bersama semoga ekspor lada Lampung meningkat dapat segera terwujud demi kemajuan pertanian Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Hanan.

Kepala Balai Karantina Kelas I Bandar Lampung Muh Jumadh memberi sambutan dalam Bimtek menuju Ekspor lada hitam. (foto : ist)

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Bupati Lampung Utara yang diwakili Asisten III Sofyan. Ia mengatakan, bahwa di Lampung Utara lada memiliki nilai historis yang tinggi. Dengan tantangan nilai jual yang rendah serta luas lahan yang semakin sempit tentu tak boleh menyurutkan semangat masyarakat kita. “Mari kita kembalikan kejayaan lada Lampung kita sudah didukung oleh seluruh pihak baik dari pusat melalui Kementerian Pertanian hingga ditingkat daerah,” ujar Sofyan.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung Drh. Muh Jumadh menyampaikan, Provinsi Lampung merupakan daerah yang kaya akan hasil pertanian dan perkebunannya. Selain hasil dari sektor hortikultura, hasil perkebunan pun menjadi deretan komoditas andalan ekspor yang sangat dimininati pasar dunia. Seperti halnya Lada, komoditas rempah yang satu ini menjadi andalan daerah Lampung.

Karena itu kata Jumadh, Kementerian Pertanian terus mendorong agar komoditas pertanian Indonesia dapat masuk ke pasar ekspor. Berbagai program digalakkan, seperti Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) yang dilakukan oleh Badan Karantina Pertanian. Gratieks tidak hanya mendongkrak ragam komoditas pertanian dalam menaikkan jumlah dan volume ekspornya, tapi juga terus mengupayakan komoditas pertanian lain agar menembus pasar ekspor baru. Tentunya dibarengi dengan strategi pemasaran yang lebih siap dan mumpuni.

Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung juga terus berupaya mendukung program tersebut, salah satunya dengan melakukan bimbingan langsung kepada petani. Berbagai bimbingan teknis (bimtek) untuk beberapa komoditas potensial ekspor dilakukan, salah satunya bimtek ekspor untuk komoditas lada hitam.

Bimtek mendatangkan ahli di bidangnya yaitu ahli digital marketing Andi Narendra. Acara Bimtek juga dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Lampung Utara dan Bupati Lampung Utara yang diwakili Asisten III, juga diikuti oleh instansi terkait bidang pertanian, perguruan tinggi, perbankan, asosiasi bidang pertanian, perusahaan yang bergerak di bidang pertanian, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta para kelompok tani di Kabupaten Lampung Utara.

Andi mengatakan, di era evolusi dunia industri 4.0 strategi marketing tentu sudah berbeda, penjualan secara konvensional sudah mulai beralih ke penjualan online. Pembelinya pun tidak hanya lokal namun dapat merambah ke pasar Internasional. Berbagai strategi lain penjualan secara online dibahas dalam kegiatan Bimtek menuju Ekspor Lada Hitam. (W9-jam)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed