oleh

Anggota DPR RI Hanan Rozak Beri Pelatihan Penggerak Pembangunan Pertanian di Tubaba

Anggota DPR RI Hanan A Rozak memberi pelatihan kepada para penyuluh pertanian di Tubaba. (foto : ist)

Tulangbawang, Warta9.com – Jumlah  Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), makin hari bukanya bertambah tapi berkurang. Akibatnya, pelayanan terhadap petani kurang maksimal. Karena idealnya seorang PPL melayani satu Desa atau Tiyuh.

Saat ini jumlah PPL yang berstatus Pegawai Negeri Sipil maupun Non PNS di Tubaba sekitar 50 orang untuk melayani 103 Tiyuh. Berkurangnya PPL disebabkan banyak yang telah pensiun. Berkurangnya jumlah PPL ini menjadi masalah karenanya harus segera dicarikan solusi.

Demikian disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI, Ir. Hanan A. Rozak, MS, saat memberi pembekalan kepada peserta Bimbingan Teknis Pelatihan Penggerak Pembangunan Pertanian Desa Mandiri di Tiyuh Tirta Makmur, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat, Sabtu (05/9/2021).

“Sebagai anggota DPR RI, bersama Kementerian Pertanian, saya mencoba mencari solusi terkait permasalahan pertanian rakyat yang ada di lapangan, salah satunya permasalahan kurangnya jumlah tenaga penyuluh pertanian,” kata Hanan.

Untuk mengatasi kekurangan tenaga penyuluh ini, Hanan Rozak bersama Badan Penyuluhan Pertanian (Bapeltan) Lampung yang berada dalam lingkungan Direktorat Jenderal PPSDMP Kementerian Pertanian RI mengadakan Pelatihan untuk menghasilkan tenaga Penyuluh Pertanian Swadaya, yang berasal dari petani yang tergabung dalam kelompok tani di masing-masing Desa.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bapeltan Lampung, DR. Abdul Roni Angkat, STP, MSi mengatakan, mendukung kegiatan Bimtek Penggerak Pembangunan Pertanian Desa Mandiri dengan menyiapkan bahan pelatihan dan tenaga pengajar terbaik yang ada di Bapeltan Lampung. Sehingga nantinya akan dihasilkan tenaga penyuluh pertanian yang berkualitas.

Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat melalui Kepala Bidang PSP, Sutrisno SP, menyampaikan dukungan dan harapan, agar kegiatan Bimtek ini dapat diperluas dan berkesinambungan, sehingga dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga penyuluh pertanian di Tubaba.

Peserta Bimtek berasal dari beberapa Kecamatan di Tulangbawang Barat. Mereka dilatih selama dua hari oleh Widyaiswara dari Kementerian Pertanian. (W9-jam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed