Balai Besar TNBBS Gelar Aksi Bersih-bersih Pungut Sampah

Tanggamus, Warta9.com – Pejabat dan pegawai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) melakukan kegiatan bersih-bersih dengan aksi memungut sampah, Senin (4/3/2019).

Kepala TNBBS Agus Wahyudiono, mengatakan, pengelolaan sampah harus dimulai dari diri sendiri. “Memulai pengelolaan sampah dari diri pribadi, perlu digalakkan kepada semua elemen masyarakat,” ujar Kepala TNBBS Agus Wahyudiono, di sela-sela kegiatan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional pada Senin (4/3/2019).

Kegiatan dilakukan dengan memungut sampah pada dua lokasi. Lokasi pertama, BPTN Wilayah I Semaka di ruas jalan lintas Sanggi – Bengkunat yang melintasi Kawasan TNBBS sepanjang 11,5 km, diikuti 130 orang, terdiri dari; pegawai lingkup Balai Besar TNBBS Kotaagung dan pegawai lingkup BPTN Wilayah I Semaka, Masyarakat Mitra Polhut, Mitra (YABI, WCS, WWF, Sumatran Tiger Project GEF-UNDP), Saka Wanabakti Kwarcab Tanggamus. Sampah yang dipungut sebanyak 1.050 kg. selain memunguti sampah, juga dilakukan sosialisasi kepada kendaraan yang lalu Lalang di jalan lintas kawasan, agar tidak membuang sampah di sepanjang jalan lintas.

Lokasi kedua BPTN Wilayah II Liwa di ruas jalan Liwa Lampung Barat – Krui Pesisir Barat yang melintasi Kawasan TNBBS sepanjang 15 Km, diikuti 200 orang, terdiri dari pegawai lingkup BPTN Wilayah II Liwa, Polsek Balik Bukit, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Barat, Satuan Polisi Pamong Praja Lampung Barat, Pegawai Kecamatan Balik Bukit, Warga, dan Peratin Pekon Balik Bukit, Warga Pokdarwis Kubu Perahu, Kelompok Pemegang Ijin Air Kubu Perahu, Saka Wanabakti Kwarcab Lampung Barat, Siswa SMK Kehutanan Negeri Kadipaten. Sampah yang dipungut sebanyak 10.000 kg, menggunakan 7 unit mobil sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Lampung Barat.

Jalan raya yang melintasi kawasan TNBBS, merupakan urat nadi perekonomian antar daerah. Namun ramainya lalu lalang kendaraan, berdampak pada pembuangan sampah yang tidak terkendali. Masyarakat belum sepenuhnya menyadari bahwa kawasan hutan bukan merupakan tempat pembuangan sampah. Untuk itu perlu membangun kesadaran dan pembinaan kepada masyarakat sekitar kawasan khususnya, memberikan papan informasi untuk larangan membuang sampah, patroli pembersihan sampah, kerjasama dengan pemda lintas sektoral, dan para pihak terkait yang peduli lingkungan.

Yang terpenting, dalam penanganan sampah lanjut Agus, dibutuhkan kelola sampah untuk didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Hal ini sesuai dengan tema Hari Peduli Sampah Nasional 2019, “Kelola Sampah Untuk Hidup Bersih, Sehat, dan Bernilai”.

Minimnya pengelolaan daur ulang sampah mempengaruhi semakin menumpuknya sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Hal yang diperlukan dalam daur ulang sampah, bukan saja kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya, namun juga bagaimana membuang sampah sesuai dengan pengelompokan organik dan an organik. Selanjutnya masyarakat dapat diberikan ilmu dan didampingi untuk pengolahan sampah secara berkelanjutan. (W9-jam)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.