Berkah Banjir, Ojek Perahu di Tubaba Jadi Pilihan Transportasi

Panaragan, Warta9.com Banjir akibat luapan Sungai Waykiri sejak Senin (18/2) masih merendam sejumlah kawasan di Kabupaten Tulangbawang Barat. Selain merendam rumah-rumah penduduk, banjir juga merendam sejumlah ruas jalan seperti jalan penghubung Ibukota Tubaba dengan enam kecamatan yang ada di Utara Tubaba.

Selain itu banjir juga merendam ruas jalan Panaragan – Tegal Mukti penghubung Negeri Besar Kabupaten Waykanan. Aktivitas masyarakat Tulangbawang Barat nyaris lumpuh. Ketinggian air luapan sungai Waykiri di beberapa kawasan terpantau mencapai 50 sentimeter hingga satu meter.

Akibat banjir warga mengalami kesulitan untuk beraktivitas seperti berangkat ke kantor, berbelanja, dan keperluan lain. Banjir juga memaksa sejumlah pengguna jalan merogoh koceknya agar tetap bisa melintas di jalan tersebut.

Namun, bencana banjir ini ternyata tidak hanya menimbulkan kerugian. Bagi pemilik perahu banjir yang merendam sejumlah kawasan justru membawa berkah. Sejak Senin (18/2) kemarin, pendapatan sejumlah pemilik perahu meningkat. Sebab, mereka kebanjiran penumpang yang ingin bepergian.

Luapan air Sungai Waykiri merendam sejumlah ruas jalan mengakibatkan jalur yang dilewati warga tersendat. Banjir setinggi 50 sentimeter hingga satu meter membuat kendaraan roda dua tak bisa melintas. Bahkan tak sedikit sepeda motor yang mogok di tengah banjir, karena pengendara nekat menerobos.

Saat ini pengguna jalan hanya bisa mengandalkan jasa perahu milik warga. Meski harus membayar puluhan ribu/orang yang penting bisa sampai ke tujuan. “Kalau banjir kaya gini banyak yang memerlukan parahu. Karena ruas jalan tidak bisa dilintasi motor,” kata Viki, penyedia jasa “ojek” perahu yang ditemui wartawan di kawasan jalan penghubung Panaragan-Negeri Besar Waykanan.

Mereka sengaja menyediakan jasa perahu di kawasana banjir untuk membantu warga yang ingin bepergian, selain untuk menambah pemasukan. Karena jasa “ojek” perahu menjadi alternatif bagi warga yang ingin melintas, baik untuk berbelanja atau keperluan lainnya.

Dengan perahu, Viki bisa meraup penghasilan hingga Rp 200 ribu dalam sehari, sejak banjir melanda wilayah ini. Dia mengakui, sekali jalan ia mematok harga Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu/motor. Tergantung jenis barang penumpang.

Ia mengaku tidak mengambil kesempatan melihat kondisi ini. Tetapi, banyak masyarakat yang butuh tumpangan untuk bepergian. Menurutnya, banjir ini bisa saja makin tinggi saat malam hari.

Hingga malam, luapan air masih menggenangi sejumlah wilayah di dataran rendah Kecamatan Pagardewa dan Tulangbawang Tengah. Lokasi banjir terparah berada di kawasan Kampung Penumangan dan Panaragan yang bedekatan dengan aliran sungai Waykiri. (W9-jon)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.