Bonus Bagi Atlet Berprestasi Di Lampura ‘Mak Jelas’

Kotabumi, Warta9.com – Pengakuan Pemkab Lampung Utara (Lampura) untuk memberikan bonus kepada atlet berprestasi dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung tahun 2017, belum ada kejelasan (Mak Jelas).

Sebab, hingga Selasa (10/4/2017) para atlet penyumbang medali dan telah mengharumkan nama Lampura itu, belum juga menerima bonus tersebut. Aeperti yang diutarakan Manajer Cabang Olahraga (Cabor) Karate Dwi Hananto.

Menurutnya, cabor karate dalam Porprov 2017 meraih juara umum dengan perolehan medali 12 emas, 5 perak dan 8 perunggu.

”Dalam situasi ini, pada dasarnya kami selaku pelaku olahraga tidak menyalahkan siapapun. Cuma sangat miris masalah bonus yang memang murni haknya atlit dan pelatih, sudah dijanjikan pemerintah daerah. Kewajiban sudah dilaksanakan, seyogyanya hak kita juga diberikan,” ujar Dwi.

Menurutnya, dalam rapat di ruang KONI beberapa waktu lalu, jika di bulan Februari 2018, Pemkab bakal merealisasikan bonus bagi atlet penyumbang medali. Namun realita yang ada, bonus tersebut belum juga diberikan. “Kedepan, kami berharap Pemkab dapat lebih baik dalam pembinaan olahraga,” ujarnya.

Senada diungkapkan asisten manager Pengurus Cabang (Pengcab) Sepakbola, Juanda Basri. Menurutnya, kesebelasan Lampura telah dua kali berturut-turut menyumbang medali emas dalam ajang Porprov, yakni tahun 2014 di Kalianda Lampung Selatan, dan Porprov Tahun 2017 di Bandarlampung.

Juanda membenarkan jika Pemkab Lampura, melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) menjanjikan bonus untuk para peraih medali dalam Porprov di Bandarlampung, khususnya untuk cabor Sepakbola bakal diberikan uang sebesar Rp 50 juta.

”Dana itu bonus, bukan uang pembinaan. Karena tim sepakbola Lampura berhasil menjadi juara pertama dalam Porprov Lampung Tahun 2017,” jelasnya.

Namun hingga kini, pihaknya belum memperoleh kabar baik tentang rencana pembayaran uang bonus tersebut. Disis lain, pihaknya kerap dipertanyakan para pemain.

”Uang itu sebagai penyemangat bagi para pemain, sehingga dapat secara maksimal mengharumkan nama Kabupaten Lampung Utara dalam event-event lainnya,” pungkasnya.

Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia(KONI) Lampura, Sutriwiyono, membenarkan jika belum dibayarkannya uang bonus bagi para atlet tersebut.

”Untuk itu, kita terus lakukan koordinasi dengan pemerintah daerah khususnya Dispora, agar dapat segera dibayarkan. Namun berdasarkan informasi sudah ada titik terang dan kemungkinan tidak lama lagi (akan dibayarkan, Red),” kata Sutriwiyono.

Dijelaskan, dalam Porprov 2017, Lampura memperoleh 110 medali, dengan rincian 40 medali emas, 25 perak dan 45 medali perunggu. Sedangkan untuk uang bonus yang diajukan pihaknya peraih medali emas mendapat Rp 10 juta, medali Perak Rp 5 juta, dan Perunggu Rp 2,5 juta.

”Khusus untuk cabor sepakbola diajukan sebesar Rp 50 juta, karena jumlah pemainnya banyak, dan berhasil meraih emas serta menjadi juara pertama dalam Porprov Tahun 2017 di Bandarlampung,” papar Sutriwiyono.

Lebih jauh ditambahkan, bonus tidak hanya diberikan bagi atlet saja, tetapi juga para pelatih, untuk pelatih yang anak didiknya meraih medali emas diajukan Rp 2 juta, perak Rp 1 juta dan perunggu Rp 500 per medali. ”Tapi itu ajuan kita, soal realisasinya kita masih menunggu,” pungkas Sutriwiyono.

Hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan resmi dari Pemkab Lampura mengenai persoalan tersebut. (Rozi/Syah)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.