Buka Pendidikan Kecakapan Wirausaha, Riana Sari Berharap Peserta Didik Berubah Pikiran dari Pekerja Menjadi Membuka Lapangan Kerja

 

Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari Arinal membuka pelatihan program PKW. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.com — Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, membuka Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW), di Aula Dekranasda Provinsi Lampung, Jumat (20/10/2923).

Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) adalah bentuk layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam mengelola potensi diri dan lingkungan sebagai bekal berwirausaha.

Program ini diluncurkan oleh Direktorat Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan Dekranas.

Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Riana Sari Arinal mengatakan, program pendidikan/pelatihan ini diharapkan dapat mengatasi dan menggalakkan wirausaha di Indonesia, dengan cara mengubah pola pikir (mindset) peserta didik dari pekerja berubah menjadi membuka lapangan pekerjaan sendiri.

Khusus di Provinsi Lampung, kata Riana Sari Arinal, pelatihan melalui Dekranasda Provinsi Lampung yang diikuti oleh 30 peserta ini ditujukan kepada anak-anak putus sekolah atau yang sudah lulus sekolah namun tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Mereka dilatih keterampilan sulam tapis dan diharapkan menjadi seorang wirausaha dan generasi penerus dari kerajinan daerah Lampung.

“Kalian tidak perlu berpikir untuk menjadi pekerja bagi orang lain, justru kalian harus menciptakan lapangan kerja sendiri, membantu orang lain untuk sama-sama berusaha. Semua melalui proses,” kata Riana Sari.

“Saya berharap nantinya setelah peserta selesai pelatihan dan menguasai keterampilan maka melalui program-program OPD terkait, juga dapat membantu pengembangan produk hasil kerajinan mereka,” sambung istri Gubernur Arinal Djunaidi ini.

Riana Sari menjelaskan, bantuan dari program-program OPD dimaksud dalam pengembangan produk hasil kerajinan, diantaranya seperti Dinas Koperasi dapat membantu di bidang permodalan dan pelatihan keterampilan, Dinas Perindag dapat membantu di bidang pemasaran dan pengenalan produk dan mengikutsertakan mereka dalam pelatihan-pelatihan lain.

Kemudian Dinas Perizinan dapat membantu membuatkan Nomor Izin Berusaha (NIB) sehingga mereka dapat memulai usaha di rumah masing masing. Juga melalui Perbankan/Bank Lampung, dapat memberikan Kredit Usaha Mikro kepada perajin yang dinilai mampu untuk menjalankan usahanya secara mandiri.

Sekali lagi Riana Sari menekankan dengan pelatihan ini dapat terciptanya generasi produktif. Memberikan pengetahuan keterampilan serta menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam mengelola potensi diri dan lingkungan sebagai bekal berwirausaha. “Jadi program ini diharapkan dapat mengatasi dan menggalakkan wirausaha di Indonesia dengan cara mengubah pola pikir peserta didik ya dari pekerja berubah menjadi membuka lapangan kerja sendiri,” ujar Riana Sari.

Hadir dalam kesempatan ini, Kadis Koperasi dan UKM Syamsurizal
Pimpinan Bank Lampung Ahmad Insani dan sejumlah perajin dan wirausaha. (W9-jam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.