Cawapres Dari Ulama, PCNU Tubaba Berharap Dapat Meredam Isu SARA

Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tulangbawang Barat Nurkolis Majid, SIP, MM. Poto: Istimewa

Panaragan, Warta9.com – Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tulangbawang Barat Nurkolis Majid, SIP, MM, berharap dengan terjunnya ulama ke politik praktis bisa meredam isu Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA). Dia pun yakin dengan majunya Ketua MUI, KH Ma’ruf Amin sebagai Cawapres Jokowi akan membuat Pilpres berlangsung damai.

“Semoga lebih sejuk dan lebih baik, tidak ada isu SARA. Karena beliau (KH Ma’ruf, Red) kan orang yang komitmen pada perdamaian, kepada kebersamaan. Saya berharap tidak ada isu SARA seperti yang kita harapkan,” ujar Nurkolis Majid, Kamis (16/8).

Dia pun mengimbau kepada seluruh umat Islam khususnya di Tulangbawang Barat agar selalu menjaga kedamaian, keamanan, dan kerukunan selama proses Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Menurut dia, kerukunan antar sesama umat harus ditempatkan di atas kepentingan politik. “Ya saya imbau agar aman damai, menjaga kedamaian, keamanan dan kerukunan,” ucapnya.

Melihat agenda demokrasi sebelumnya, biasanya masyarakat Indonesia khususnya Tubaba juga aktif dalam media sosial (medsos). Namun, tidak sedikit masyarakat yang menyebarkan fitnah atau hoax untuk memenangkan pasangan calon yang diusungnya.

Karena itu, dirinya mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak saling menyebar fitnah dalam proses Pilpres kali ini, sehingga tidak terjadi perpecahan. “Ya supaya tidak saling mem-fitnah, seperti di medsos dan lainnya. Sesama umat Islam kan tidak boleh. Jadi harus bangun ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (sesama warga negara), dan ukhuwah basyariah (sesama manusian),” jelasnya.

Sebagai warga negara Indonesia yang baik dan taat aturan atas nama pribadi serta pengurus PCNU dan ICMI Tubaba mengingatkan, sekaligus menghimbau kepada warga nahdiyin khususnya serta warga masyarakat pada umumnya. Demi menjaga tali silaturahmi saling menghargai, dan saling menghormati.

Berkenaan dengan nuansa pilpres maupun pileg di tahun 2019 ini, tentunya masing-masing memiliki pilihan yang tidak dapat di pengaruhi untuk Indonesia yang lebih baik, maju dan membawa Keberkahan.

Siapapun presiden, wakil presiden, serta legislatif nantinya, lanjut dia, maka diharapkan tetap akan menjadi dirinya masing-masing seperti saat ini. Apapun pekerjaan dan profesi saat ini, tidak akan merubah posisi kecuali diri sendiri yang merubahnya. Sebagaimana firman Allah SWT. “Innallaha la Yu ghoyyiru Ma biqoumin Hatta yughoyyiru MA bianfusihim”. “Artinya: sesungguhnya Allah SWT tidak akan merubah keadaan suatu kaum sampai ia sendiri yang mampu merubah keadaan mereka sendiri,” terangnya.

Adapun berkenaan dengan adanya gerakan jargon “Ganti Presiden” menurutnya, bukanlah etika yang baik dan bijak. Karena secara tidak langsung dapat mencederai pemerintahan yang sah dengan presiden dan wakil presiden pilihan rakyat yaitu Jokowidodo dan Jusuf kala. Jika di pahami dan sadari, bahwa sebagai warga negara yang baik harus taat kepada aturan melalui proses pilpres dan pileg yang akan digelar melalui pemilihan umum.

“Disitulah tempat kita menentukan pilihan, yakinlah siapapun pilihan kita tentunya kita ingin menjadi negara Indonesia yang lebih baik lagi dengan pemimpin terbaik yang bisa membawa keberkahan buat kita semua,” tutupnya. (Hadi/jon)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.