oleh

Didiet Maulana Beri Pelatihan Wastra Lampung, dari Modul Sampai Strategi Pemasaran

Didiet Maulana menyampaikan materi pelatihan sambil menunjukkan produk kerajina batik Lampung. (foto : Ari)

Bandarlampung, Warta9.com – Desainer Kondang Entrepreneur juga Mentor Didiet Maulana, memberi pelatihan Wastra Lampung Modul Inovasi dan Pemasaran perajin Provinsi Lampung, di Mahan Agung, Selasa (23/11/2021). Pelatihan Wastra Lampung untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian perajin.

Pelatihan yang dilaksanakan oleh Dekranasda Lampung ini diikuti sekitar 75 perajin batik se-Lampung dan pengurus Dekranasda Kabupaten/Kota.

Dalam pelatihan modul 3 tentang akselerasi inovasi Didit Maulana menyampaikan tiga hal tentang inovasi produk, pengemasan dan inspirasi produk.

Didit juga menyampaikan tentang inovasi produk wastra dari segi motif dan warna. Tujuannya pelatihan pewarna untuk memperkaya variasi warna benang tenun yang dihasilkan dalam belakang ini diajarkan teknik pencampuran warna dengan komposisi bahan yang tampak untuk menghasilkan variasi warna.

Inovasi Produk Wastra dari segi motif dan warna lanjut Didiet ada tiga langkah yaitu:
1. Memunculkan inovasi baru dalam hal teknik pewarnaan.
2. Merubah skala atau proporsi ukuran dari motif.
3. Membuat ukuran yang memenuhi standar produk siap pakai. Misalnya, kain sarung dibuat ukuran lebar 110 sarung 180 sampai 2 meter. Selindang dibuat ukuran lebar 65-80 ukuran panjang 2.20-2.50 meter.

Didiet meyakini, Lampung akan menjadi penggerak kolaborator. Apalagi melihat komitmen Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang ingin membangun UMKM. Kemudian Ketua Dekranasda Riana Sari Arinal yang sangat besar perhatiannya terhadap perajin di Lampung.

Didiet Maulana juga memberi materi tentang strategi pemasaran baik online maupun offline. Table of Contents harus memperhatikan tujuh aspek yaitu ; Pemahaman situasi yang ada, harus mulai dari mana? Data sebagai sumber informasi, strategi di tahap produksi, Strategi di tahap promosi, Strategi di tahap penjualan, pekerjaan.

Strategi pemasaran, data diolah sebagai informasi dan informasi akan memberi wawasan baru.

Didit Maulana juga memberi strategi produk. Strategi produk tahap produksi yaitu : 1. Pandemi melahirkan gaya hidup baru. 2. Dengan tercipta market baru akan membuat pasar yang baru. 3. Prospek di line produk yang baru. 4 Menghubungkan produk kita dengan apa yang sedang dibutuhkan pasar. 5 Pengembangan produk tetap berakar pada DNA brand (jati diri/akar budaya).

Didit Maulana juga memberi tips strategi promosi. 1. Mendata kembali siapa target market. 2. Membuat konten marketing yang menarik. 3. Strategi marketing yang unik. 4. Interaksi dari brand owner. 5. Acara interaktif misalnya Q & A Webinar.

Ketua Dekranasda Lampung
Riana Sari Arinal mengikuti langsung pemaparan materi pelatihan yang disampaikan Didiet Maulana. Istri Gubernur Lampung ini mengucapkan terterimakasih kepada mitra kerja yang sudah membantu baik dari sesama perajin juga pihak-pihak terkait yang ikut serta mensukseskan acara ini.

“Terima kasih kepada Bank Indonesia, Bank Lampung, Pemerintah Provinsi Lampung melalui OPD-OPD terkait, dan juga seluruh Ketua Dekranasda kabupaten/kota, terima kasih juga kepada Bapak Didiet Maulana, narasumber yang luar biasa, dan telah banyak memberikan inspirasi serta motivasi kepada para perajin,” kata Riana.

Riana Sari menaruh harapan besar kepada para peserta yang telah mengikuti pelatihan dari modul pertama sampai dengan keempat hari ini. “Semoga semakin kreatif, inovatif dan adaptif terhadap perubahan-perubahan,” ujarnya. (W9-jam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed