Digelar Sederhana Pujawali Pura Rambutsiwi Berlangsung Sukses

Jembrana Bali, Warta9.com – Upacara Pujawali yang di gelar sederhana di Pure Dangkahyangan Rambutsiwi Kabupaten Jembrana, dihadiri masyarakat lokal hingga Hindu Jawa berlangsung sukses, Minggu (31/3). Ada tiga tingkatan pelaksanaan upacara Yajna bagi Umat Hindu terutama di Bali, yakni Nista, Madya dan Utama.

Pertama, Yajna pada tingkatan Nista artinya Yajna tingkatan kecil. Tingkatan Nista ini dibagi menjadi 3 lagi, diantaranya Nistaning Nista adalah terkecil diantara yang kecil, Madyaning Nista adalah sedang diantara yang Kecil, Utamaning Nista adalah terbesar diantara yang Kecil.

Kedua pada tingkatan Madya, artinya Sedang juga terbagi atas tiga kelompok yaitu Nistaning Madya adalah terkecil di antara yang sedang, Madyaning Madya adalah sedang diantara yang sedang, Utamaning Madya adalah Terbesar diantara yang sedang.

Ketiga pada tingkat Utama juga terbagi atas tiga tingkatan yakni Nistaning Utama adalah Terkecil diantara yang besar, Madyaning Utama adalah Sedang diantara yang besar dan Utamaning Utama adalah yang paling besar.

Namun demikian, kesuksesan atau keberhasilan sebuah yajna bukan dari besar kecilnya materi yang dipersembahkan, akan tetapi sangat ditentukan oleh kesucian dan ketulusan hati serta ditentukan oleh kualitas dari yajna itu sendiri.

Ketua Pangempon Pura Dangkahyanagan Rambutsiwi, I Gusti Made Sedana menjelaskan, terdapat 3 kwalitas atau golongan yajna dimaksud tersurat dalam Kitab Bhagavadgita, XVII. 11, 12, 13, meliputi, pertama Satwika Yajna adalah yajna yang dilaksanakan beradasarkan Sraddha (Bhakti), Lascarya (Ikhlas), Agama (Sastra), Daksina (Penghormatan kepada Pemimpin Upacara diantaranya Sulinggih dan Pemangku, Mantra (Gita) Annasewa (ada Jamuan) dan Nasmita (tidak Pamer).

Kedua, Tamasika Yajna adalah yadnya yang dilaksanakan tanpa mengindahkan petunjuk-petunjuk sastra, mantra, kidung suci, daksina dan sradha. Ketiga, Rajasika Yajna adalah yadnya yang dilaksanakan dengan penuh harapan akan hasilnya dan bersifat pamer serta kemewahan.

“Pujawali di Pura Dangkahyangan Rambutsiwi sejak tanggal 27 sampai dengan 31 Maret tahun ini telah memenuhin ciri atau syara-syarat Satwika Yajna seperti apa yang tersurat dalam Kitab Bhagavadgita,” jelas I Gusti Made Sedana.

Sementara itu, Jro Mangku Suardana, Pemangku Pura Tirtha Lan Segara Dangkahyanagan Rambutsiwi menjelaskan bahwa pelaksanaan Pujawali digelar dengan Labda Karya (sukses).

“Berdasarkan pengalaman selama kami ngayah menjadi Pemangku di Pemangku Pura Tirtha Lan Segara Dangkahyanagan Rambutsiwi, mesti sempat ditandai turunnya hujan walau pelaksanaan Pujawali pada musim kemarau sekalipun. Inilah salah satu pertanda suksesnya sebuah Yajna, seperti apa yang tersurat pada Kitab Bhagavad Gita. III. 14 bahwa dari Makananlah munculnya mahluk hidup dan makanan ada karena hujan, adanya hujan berasal dari yajna dan yajna itu ada karena adanya karma. Sehingga ciri turunnya hujan itulah juga menjadi satu pertanda suksesnya setiap pelaksanaan yajna,” papar Jro Mangku Suardana.

Di lain sisi, Ni Luh Wartini alias ibu Dede asal Baluk Jembrana, sebagai umat Hindu mengaku sangat yakin dan sudah menjadi kewajiban untuk melaksanakan persembahyangan bersama terutama disaat pelaksanaan Pujawali.

Hal senada juga disampaikan oleh Mbah Maekin, asal alas Purwo Banyuwangi Jawa timur. “kami sebagai umat Hindu domisili asli asal Alas Purwo sengaja jauh-jauh datang untuk ngayah dan melakukan persembahyangan bersama saat pelaksanaan Pujawali di Pura Dangkahyangan Rambutsiwi karena kami yakin pelaksanaan Pujawali disetiap Pura manapun adalah merupakan salah satu pembumian dan pelestarian ajaran Weda demi tetap tegaknya Dharma di muka bumi ini. Pujawali juga ini merupakan implementasi dari Satyam (kebenaran), Siwam (kesucian) dan Sundaram (keindahan) yang pada akhirnya akan menciptakan Lokasamgraha (tempat yang damai), Dharma Sidhiyartha yang berdasarkan Iksa (tujuan), Sakti (kemampuan), Desa (tempat), Kala (waktu), Patra (keadaan) dan Tattwa (sastra suci),” jelasnya. (W9-agus)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.