oleh

Dinkes Tulangbawang Kaget, Mbah Kartumi Meninggal Diduga PDP, Tiga Tahun Sakit Pengapuran

Data Dinkes Provinsi dan Posko Covid-19, tidak ada PDP di Kabupaten Tulangbawang. (*)

Tulangbawang, Warta9.com – Rilis dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung yang menyatakan seorang pasien dinyatakan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan meninggal dunia, mendapat sanggahan dari petugas kesehatan di Tulangbawang. Petugas kesehatan di Puskesmas yang mengetahui riwayat almarhumah mbah Kartumi, meragukan kalau dia meninggal dalam status PDP. Ini diperkuat dengsn data di Dinkes Provinsi tidak ada PDP di Ksbupaten Tulangbawang.

Dalam rilis Dinkes Lampung, Jumat (10/4/2020), dijelaskan satu PDP asal Tulangbawang meninggal dunia, Kamis (9/4/2020). PDP yang dirilis Dinkes Provinsi Lampung maksudnya bernama Kartumi (84), warga Kampung Boga Tama, Kecamatan Penawartama, Kabupaten Tulangbawang.

Kepala Puskesmas Sidoharjo Tulangbawang, Eko, saat dimintai keterangan via ponselnya, Jumat (10/4/2020) malam, menduga mbah Kartumi meninggal bukan PDP dan bukan terpapar corona.

Sebab, kata Eko wanita lanjut usia (lansia) ini, sebelumnya memang dalam kondisi sakit-sakitan sejak tiga tahun yang lalu. Riwayat sakitnya adalah pengapuran tulang belakang. Selama bertahun – tahun almarhum hanya bisa terbaring di tempat tidurnya. Diurus dan dirawat oleh Marisa, anak kandungnya yang tinggal bersamanya.

“Almarhum mbah Kartumi sudah tiga tahun sakit, tidak bisa jalan, tidak bisa kemana – mana. Selama dua tahun hidupnya di tempat tidur. Diurus sama anaknya,” ujar Eko.

Eko menambahkan, dirinya tidak paham dan tidak tahu secara detail tentang riwayat dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan oleh Dinas Kesehatan Propinsi Lampung. Sehingga dia dimakamkan menggunakan protap Kesehatan.

Sebab, semasa hidupnya mbah Kartumi tidak pernah kontak dengan orang lain, terutama dengan orang dari luar daerah. “Kalau untuk lebih jelasnya, nanti bapak hubungi perawat yang tahu persis dengan riwayat kesehatan mbah Kartumi. Insya Allah beliau tahu persisnya ya,” jelas Eko.

Dihubingi secara terpisah, Andi, perawat di Puskesmas Sidoharjo, Kecamatan Penawartama, menerangkan, bahwa mbah Kartumi memiliki riwayat sakit pengapuran sumsum tulang belakang.

Andi menerangkan, tiga tahun silam, pihak keluarga pernah membawa mbah Kartumi berobat ke Rumah Sakit Bumi Waras. Disana, didiagnosa pengapuran sumsum tulang belakang. Dirawat sekitar lima hari lalu dibawa pulang. “Selanjutnya, satu tahun yang lalu, almarhum dibawa lagi ke rumah sakit Advent untuk dilakukan perawatan. Kemudian dibawa pulang lagi,” terangnya.

“Nah, terakhir pada hari Sabtu (4/4/2020) almarhum dibawa lagi ke rumah sakit Urip Sumoharjo. Kurang lebih satu minggu dirawat, pasien meninggal dunia. Pasien meninggal dunia pada Kamis (9/4/2020) sore,” terang Andi.

Meninggal di RS Urip Sumoharjo, jenazah dibawa ke kampung halaman dan tiba di Kampung Boga Tama, pada Jumat subuh sekitar pukul 03.30 Wib dan langsung dimakamkan. Prosesi pemakaman dilakukan sesuai dengan prosedur kesehatan menggunakan alat pelengkap diri APD.

Sementara itu, dr. Reihana mengatakan, bahwa tim Dinkes Provinsi menghimpun data dari Kabupaten/Kota. Dinkes juga masih menunggu hasil swab dari Palembang.

Diberitakan sebelumnya, juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung Dr. dr. Hj. Reihana, MKes, menjelaskan, satu tambahan kasus yang meninggal yakni berasal dari Tulangbawang merupakan pasien PDP.

“Kini terdapat 9 pasien masih dirawat dan 7 pasien dinyatakan sembuh serta 5 positif Corona meninggal dunia. Tambahan satu PDP dari Tulangbawang meninggal,” ujar Reihana juga Kadiskes Lampung ini.

Reihana mengatakan, untuk PDP di Lampung mengalami penambahan dua pasien dari sebelumnya 47 pasien menjadi 49 pasien, dimana 17 orang dinyatakan negatif dan 1 meninggal dunia asal Tulangbawang. (W9-jam/wan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed