Dugaan Korupsi Inspektorat, Kajari Tergetkan Penetapan Tersangka Secepatnya

Kotabumi, Warta9.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara, kini tengah bekerja ekstra dalam melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi di kantor Inspektorat kabupaten setempat.

Secara marathon mereka melakukan pemeriksaan saksi. Itu dilakukan, lantaran korps Adhiyaksa ini menargetkan hingga dua bulan kedepan sudah ada tersangka yang ditetapkan.

“Pemeriksaaan saksi terus kami lakukan,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), M Farid Rumdana, kepada sejumlah wartawan di kantornya, Selasa (25/7/2023).

Dia menjelaskan, jika persoalan ini bermula dari penyelidikan yang dilakukan pihaknya, bukan dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menurut Farid, penyidikan kasus dugaan korupsi di Inspektorat tersebut murni suatu penegakan hukum, dan tidak ada muatan politik seperti isu yang beredar ditengah masyarakat.

“Kami tegaskan bahwa Kejari bekerja secara profesional, bukan untuk kepentingan pribadi melainkan hanya menjalankan tugas untuk memberantas korupsi,” kata Farid.

Dirinya bepesan, bagi pihak terkait yang nantinya dipanggil untuk dimintai keterangan, agar kooperatif dan tidak menghalangi proses penyidikan. Sebab, bakal ada konsekuensi hukum bila terjadi upaya menghalangi proses penyidikan tersebut.

Lebih lanjut Kajari juga menambahkan, agar tidak ada pihak yang ikut ‘cawe cawe’ dalam persoalan ini, apalagi sabagai dalih untuk meringankan atau menghentikan kasus tersebut.

“Kami himbau kepada para pihak dan masyarakat, apabila ada yang mengatasnamakan kepala Kejaksaan Negeri Lampura, tim penyidik atau pegawai kejaksaan yang meminta uang atau barang, untuk mempengaruhi¬† penanganan perkara ini, agar segera melaporkan kepada pihak kejaksaan.

“Apabila itu terjadi kami akan tindak,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, kantor Inspektorat Kabupaten Lampung Utara (Lampura) digeledah tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari), Jumat (21/7/2023).

Ini terkait kasus dugaan korupsi jasa konsultasi kontruksi ditahun 2021-2022 dengan anggaran Rp 1,2 Miliar.

Penggeledahan yang dipimpin Kasi Pidsus M Azhari tersebut berlangsung selama 5 jam.
Usai menggeledah, tim meninggalkan kantor inspektorat dengan membawa sejumlah dokumen. (Rozi/lam/Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.