oleh

Gubernur Arinal Rakor dengan Ketua Gugus Tugas Pusat Sampaikan Penanganan COVID-19 di Provinsi Lampung

Bandarlampung, Warta9.com – Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi melakukan rapat koordinasi melalui Virtual Meeting dengan Ketua Gugus Tugas Pusat Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, di Ruang Command Center, Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Sabtu pagi (2/5/2020).

Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan sejumlah kemajuan penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung, di antaranya optimalisasi koordinasi 15 Kabupaten/Kota pasca ditetapkannya Bandarlampung sebagai Zona Merah. Persiapan beroperasinya alat laboratorium tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dan kesiapan anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Kita lakukan optimalisasi bersama seluruh kepala daerah baik kabupaten/kota sejak ditetapkannya Bandarlampung sebagai Zona Merah pada 28 April 2020 lalu,” ujar Gubernur Arinal dalam rakor itu.

Menurut Gubernur, Provinsi Lampung berkoordinasi bersama seluruh kabupaten/kota telah menyiapkan anggaran untuk melaksanakan pengendalian terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung.

“Saya sebagai Ketua Gugus Tugas Provinsi Lampung terus bekerja secara optimal bersama seluruh kepala daerah baik kabupaten/kota sejak ditetapkannya Bandar Lampung sebagai Zona Merah pada 28 April 2020 lalu,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menjelaskan Gugus Tugas Lampung sampai saat ini telah melakukan langkah-langkah agar masyarakat Kabupaten untuk saat ini tidak Ke Bandarlampung begitu juga sebaliknya agar masyarakat Bandarlampung untuk tidak melakukan perjalanan ke daerah-daerah.

“Pemprov Lampung juga telah mengeluarkan surat kepada para ASN yang sebagaian besar berdomisili di Bandarlampung dan bekerja di kabupaten untuk tetap berada di tempatnya masing-masing sekalipun keluarganya ada di Bandarlampung,” kata Arinal.

Gubernur Arinal juga telah lebih memperketat pemeriksaan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan sebagai pintu gerbang agar tidak ada masyarakat yang mudik baik dari pulau jawa ke sumatera atau sebaliknya. “Kami juga telah melakukan komunikasi kepada masyarakat yang ada di pulau jawa baik mahasiswa ataupun tenaga kerja untuk tetap tidak kembali,” kata Arinal kepada Doni Monardo, yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu.

Arinal menyampaikan pula bahwa pada tanggal 4 Mei 2020 ini, alat laboratorium tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dari PT. Pertamina akan dioperasikan untuk mempercepat penanganan Rapid Test Corona dengan kapasitas hingga 10.000 per hari. (W9-jam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed