oleh

Ini Salah Satu Desa di Mesuji Dinobatkan Sebagai Destana 

Mesuji, Warta9.com – Desa Dwi Karya Mustika (DKM), Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji dinobatkan sebagai desa tangguh bencana (Destana) oleh Badan penangggulangan bencana daerah (BPBD) Provinsi Lampung.

Kepala BPBD melalui Sekretaris BPBD Provinsi Lampung, Indra Utama saat pembentukan  Destana di desa DKM mengatakan, tujuan dibentuknyanya Destama untuk mengantisipasi terjadinya bencana dan langkah-langkah penanggulangannya. Setelah pembentukan Destama selama 4 hari kedepan para peserta akan dilatih dan dididik untuk menjadi relawan Destama.

“Desa DKM dipilih untuk menjadi desa tangguh bencana dan tujuan pembentukan Destama yaitu suatu kemampuan mandiri untuk menghadapi potensi ancaman bencana serta langkah-langkah penanggulangannya,” jelas Indra dihadapan para peserta.

Indra Utama menerangkan  Sebuah Desa disebut mempunyai ketangguhan terhadap bencana ketika desa tersebut memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisasikan sumber daya masyaraka untuk mengurangi kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana.

Indra Utama menambahkan  bahwa Anggota Destana yang dikukuhkan sebanyak 30 orang yang disiapkan untuk  membantu  meminimalisir terjadinya bencama diwilayah setempat.

“Anggota Destana sendiri terdiri dari aparatur desa setempat,dari RT,RK tokoh masyrakat,agama dan pemuda serta dari unsur lain yang disiapkan untuk membantu penanggulangan  brncana yang kapan saja bisa terjadi,”imbuhnya.

Pada pengukuhan Destama oleh BPBD Provinsi Lampung tersebut juga diberikan diklat dan pemahaman terkait anggota dan relawan Destama yang dibentuk di desa tersebut.BPBD Provinsi Lampung juga memberikan Materi terkait pembentukan Destama.

Selain BPBD Provinsi, Kepala pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Mesuji juga menjadi narasumber untuk para peserta yang mengikuti Diklat.Pada kesempatan yang sama Kalak BPBD berharap kepada para peserta Diklat agar mengikuti dengan baik semua materi yang disampaikan oleh para nara sumber agar peserta bisa paham tugas dan apa saja yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

“Bapak dan Ibu ini adalah orang-orang pilihan yang dipilih  oleh kepala desa yang memiliki jiwa sosial tinggi untuk menjadi orang-orang yang  disiapkan untuk membantu ketika terjadinya bencana,sebab bencana itu tidak bisa di tolak tapi paling tidak kita bisa mengurangi resiko dan dampak dari bencana itu sendiri,” pungkasnya. (San)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.