oleh

Januari – November 2021, Polres Tulang Bawang Ungkap 27 Kasus Cabul

Tulang Bawang, Warta9.com – Dalam kurun waktu 11 bulan terhitung dari Januari hingga November 2021, Polres Tulang Bawang mengungkap 27 kasus cabul kepada korban anak dibawah umur yang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres dan Polsek jajaran.

Kapolres Tulang Bawang AKBP Hujra Soumena mengatakan, dari jumlah total 27 kasus pencabulan yang diungkap sudah kasus kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri (P21) sementara 11 kasus dalam proses sidik.

“Untuk pelaku yang berhasil ditangkap sebanyak 23 orang dengan rincian 22 dewasa, dan 1 orang anak dibawah umur, ” jelas Hujra kepada media pada konferensi pers di Polres setempat, Senin (22/11/2021).

Ia mejelaskan, modus operandi para pelaku ini adalah kenalan dengan korban di media sosial (medsos), lalu mengajak pacaran dan diimingi-imingi dengan uang atau benda berharga sehingga korban dengan mudah untuk dicabuli.

“Dengan begitu saya mengimbau kepada para orang tua jangan sampai lengah memberikan pengawasan terhadap anak-anaknya, mulai dari pergaulan, hingga media sosial yang digunakan, karena para pelaku ini bisa dengan mudah melakukan perbuatan cabul terhadap korban karena adanya kesempatan,” urainya.

Masih menurut dia, kami dari Polres tidak henti-hentinya memberikan penyuluhan baik ke sekolah-sekolah maupun ke Kampung-Kampung agar anak-anak dibawah umur ini tidak menjadi korban tindak pidana cabul.

Apa lagi kami pihak Kepolisian telah berkomitmen dengan Kejaksaan dan Pengadilan, bahwa untuk pelaku cabul terhadap anak dibawah umur akan dikenakan hukuman yang maksimal.

“Tidak hanya itu, para pelaku yang telah berhasil ditangkap, mereka dikenakan Pasal 81 ayat 1 dan ayat 2 Jo Pasal 76D dan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak, ancaman dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, ” tegas dia. (W9-Wan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed