oleh

Kakam Lembasung Lampung Bantah Warganya Terlibat Pengeroyokan Ade Armando

by:Kompastv

Waykanan, warta9 – Kepala Kampung Lembasung Kecamatan Belambangan Umpu Way Kanan Lampung, Hemli Ibrahim membantah tuduhan bahwa warganya yang ikut pengeroyokan Ade Armando. Menurut helmiwarganya sudah 2 tahun tidak kemana-mana.

Hal itu disampaikan Helmi menanggapi foto dan narasi yang beredar luas di media sosial, bahwa salah satu pelaku adalah warga belambangan lampung.

Helmi membenarkan bahwa Try Setia adalah warganya. Namun, Helmi membantah bahwa Try adalah pelaku pemukulan terhadap Ade Armando

“Iya benar, itu warga saya,” kata Helmi, dilansir dari Kompas.com, Selasa (12/4/2022).

Menurut Helmi, saat terjadi aksi demo mahasiswa di Jakarta, warganya Try tidak ke mana-mana alias berada di Lampung. Lebih tepatnya ada di Kampung Lembasung. Bahkan, kata Helmi, Try sudah dua tahun tidak bepergian ke mana pun.

“Ini orangnya ada di sini (Kampung Lembasung), sehari-hari dia pemancing ikan, sudah dua tahun enggak ke mana-mana,” ujar Helmi.

Mnurut Helmi, pihak kepolisian dari Polres Way Kanan juga sudah datang ke rumahnya. Polisi kemudian dipertemukan dengan Try untuk mengklarifikasi informasi tersebut.

Helmy mengaku mengetahui unggahan viral itu setelah dikirimkan oleh seorang warga pada Senin sore karena menyebutkan nama Kampung Lembasung.

“Begitu saya lihat, ini orangnya saya sering ketemu, saya langsung kroscek,” ucap Helmi.

Karena itu Helmy memastikan informasi yang viral di media sosial tersebut tidak benar karena saat dirinya datang ke rumah Try, warganya itu sedang berada di rumah.

Lebih lanjut, Helmi mengaku tidak mengetahui mengapa foto dan nama warganya itu bisa tersebar di media sosial bahkan disebut sebagai pelaku pemukulan Ade Armando.

“Intinya, kami sudah klarifikasi dan kabar viral itu tidak benar, warga saya ini ada di Way Kanan,” kata Helmi.

Sementara itu, Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna membenarkan bahwa pihaknya sudah melakukan klarifikasi langsung ke rumah warga tersebut.

“Sudah dicek langsung ke yang bersangkutan oleh anggota polres, benar adanya yang bersangkutan seharian ada di Way Knan. Namun, untuk konfirmasi resminya bisa menunggu dari Humas Polda Lampung,” kata Teddy.

Seperti diketahui, peristiwa pengeroyokan terhadap pegiat media sosial sekaligus Dosen Universitas Indonesia Ade Armando terjadi saat aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin (11/4/2022).

Peristiwa itu bermula saat aksi yang digelar Aliansi Badan Eksekutif mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dibubarkan sekitar pukul 15.30 WIB, setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan tiga wakil ketua DPR RI menemui massa aksi.

Tak berapa lama, suasana yang semula kondusif tiba-tiba menjadi ricuh di sisi barat. Pukul 15.39 WIB, sebuah ban dibakar di depan gerbang DPR RI. Tak jauh dari sana, ada orang berkerumun seperti sedang berselisih.

Berdasarkan pantauan Kompas.com saat itu, terlihat beberapa orang sedang melerai seorang pria yang berselisih, tetapi berujung perkelahian.

Di belakang pria itu, terlihat Ade Armando sudah terkapar tak berdaya di aspal. Tubuhnya berdarah. Pakaiannya sudah dilucuti. Dia hanya memakai celana dalam dan baju yang sedikit robek.

Meski sudah tak berdaya, Ade Armando terlihat masih diinjak sejumlah orang. Di saat yang bersamaan, beberapa orang menghalau orang-orang tersebut mengeroyok Ade Armando.

Polisi memastikan bahwa massa yang mengeroyok dosen Universitas Indonesia Ade Armando bukanlah mahasiswa. (**)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.