oleh

Kapolda Irjen Pol Purwadi Arianto : Kejahatan Narkoba Meningkat

Bandarlampung, Warta9.com – Meski Aparat Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) serta pihak terkait tidak henti-hentinya memberantas peredaran gelap narkotika dan obat-obatan (Narkoba) terlarang. Tapi kenyataannya, peredaran dan pengguna barang haram ini masih saja tinggi bahkan cenderung meningkat.

Kapolda Lampung Irjen Pol Drs. Purwandi Arianto, MSi, saat acara pemusnahan barang bukti jenis Narkotika tahun 2019, Rabu (18/12/2019), bertempat di Lapangan Korpri Pemprov Lampung, mengatakan, secara nasional angka kejahatan narkoba semakin meningkat dari tahun ke tahun, baik dari aspek kuantintas maupun kualitas.

Berdasarkan hasil survei, kata Kapolda, penyalahguna narkoba di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 6,4 juta jiwa, dimana diantaranya 15.000 pertahun orang atau 40-50 orang/hari mati karena narkoba.

Di Lampung sendiri, ia melanjutkan, jumlah penyalahguna narkoba mencapai 89 ribu orang dan menempati peringat 10 besar dari 34 provinsi di Indonesia. “Provinsi Lampung saat ini bukan hanya sebagai tempat transit peredaran narkoba. Namun sudah menjadi daerah pemasaran yang sangat potensial, hal tersebut terbukti dari beberapa pengungkapan kasus narkoba yang berhasil dalam jumlah yang sangat besar,” jelas Kapolda.

Adapun data pengungkapan kasus narkoba sepanjang 2019 adalah, Ganja sebanyak 492,2 kg, sabu-sabu 256,7 kg, ekstacy 161.918 ¼ butir, Psikotropika 23.320 ½ butir, tembakau gorilla 150,37 gram dan opium 1,3 kg.

“Menyikapi hal tersebut, saat ini jajaran Polda Lampung terus berupaya menekan angka penyalahgunaan narkoba melalui langkah preemtif, preventif dan penengakkan hukum serta kerjasama lintas sektoral,” ujarnya.

Sedangkan Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol Ery Nursatari mengatakan, proses pemusnahan narkoba dilakukan dengan menggunakan alat Incenerator, yaitu dengan cara membakar barang bukti dengan suhu 1200° C hingga habis tanpa bersisa.

Dari beberapa kasus yang berhasil terungkap, terlihat jumlah narkoba yang beredar di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung meningkat, hal tersebut dikarenakan tingginya angka permintaan sehingga melambungkan harga penjualan da menjadikan banyak keuntungan dari kegiatan peredaraan narkotika. (W9-jam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed