Kasus Penusukan Syekh Ali Jabir, Kompolnas Berharap Penanganan Peristiwa Ini Tidak Ada Pemakluman

Mohammad Dawam, anggota Kompolnas.

Jakarta. Warta9.com – Peristiwa penusukan yang menimpa ulama Syekh Ali Jabir, di Tanjungkarang Barat Bandarlampung, saat mengisi ceramah pada Minggu (13/9/2020), mendapat tanggapan dari berbagai kalangan.

Kali keprihatinan datang dari Mohammad Dawam, Anggota Kompolnas RI. Ia mengatakan, atas nama agama, keyakinan, hukum dan kemanusiaan, tidak dibenarkan perlakuan tindakan kekerasan baik atas nama individu maupun golongan. Baik atas nama politik maupun atas nama ekonomi dan sosial.

Mohammad Dawam berharap, penanganan kasus-kasus tindakan kekerasan yang dilakukan oleh siapapun atas alasan apapun bisa diselesaikan secara hukum positif kita maupun adat sosial masyarakat kita dengan cara, mekanisme yang dibenarkan secara hukum.

Terhadap peristiwa penikaman yang menimpa seorang ulama Syekh Ali Jabir, Dawam berpendapat peristiwa seperti ini tidak ada pemakluman. “Negara tidak boleh kalah oleh perlakuan yang tidak dibenarkan secara hukum. Kita semua berharap, Polri segera menuntaskan kasus ini secara transparan dan adil agar peristiwa serupa tidak lagi terjadi,” ujar Dawam, Selasa (15/9/2020).

Ia juga mengharapkan penghakiman publik yang dilakukan oleh masyarakat juga sebaiknya dihindari. Karena Dawam masih yakin Polri akan bekerja secara profesional dan mandiri.

Menurut Dawam, akar masalah kasus ini perlu dicari secara kompherehensif, apakah ada kaitannya dengan paham keagamaan seseorang, atau ada motif lain atas inisiatif sendiri atau ada hal lainnya.

Sebab, jika memang kekerasan yang dilakukan seseorang ada kaitannya keyakinan ekstrim keagamaan dan keyakinan, maka akan adil para tokoh masyarakat untuk bahu membahu dengan pemerintah di semua tingkatan bersama Polri untuk menghadirkan keamanan dan ketertiban di masyatakat termasuk ketertiban keagamaan yang moderat. (W9-jam)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.