Ketua PKB Lamtim : Indonesia Bisa Bubar Jika Ideologi Pancasila Diganti

Batanghari, Warta9.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), H Ahmas Basuki mengajak kepada seluruh elemen dan komponen bangsa untuk meneguhkan tekad menjaga idiologi bangsa yaitu Pancasila dalam kehidupan berbangsa.

“Saya mengajak kepada seluruh komponen bangsa ini untuk bersatu padu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari rongrongan pihak-pihak tertentu yang menginginkan NKRI yang kita cintai ini bubar, oleh karena itu idiologi Pancasila sebagai pemersatu bangsa ini harus dijaga, kita sama-sama jadikan falsafah bangsa, saya yakin selama Pancasila masih menjadi idiologi bangsa, NKRI tidak akan bubar”, kata alumni PMII yang akrab dipanggil Abbas itu, Sabtu (24/3/2018) saat dimintai tanggapannya terkait pernyataan Ketum Gerindra, Prabowo Sibiyanto yang mengatakan NKRI bisa bubar pada tahun 2030.

Abbas dalam kesempatan itu mengungkapkan ada beberapa langkah untuk tetap menjaga keutuhan NKRI yaitu selalu optimis menatap masa depan dan terus berbenah untuk mengejar berbagai macam ketertingalan dari bangsa-bangsa lain diberbagai sektor.

Kemudian memperkuat komitmen kebangsaan antar semua element bangsa, terutama para elit politik di negeri Ini. Jangan sampai terjadi perselingkuhan politik dengan kelompok-kelompok anti Pancasila dan menjaga konsesus yang telah disepakati oleh para pendiri bangsa.

Oleh karena itu, tambahnya, dalam moment Pilkada dan Pemilu hendaknya memiilih pemimpin yang optimistis dan visioner dengan program-program yang baik dan rasional untuk membawa bangsa Indonesia terus bergerak maju kedepan. Kesalahan-kesalahan dalam penggalan sejarah masa lalu yang kelam dijadikan bahan intropeksi dan perbaikan sekarang dan di masa depan.

Lebih lanjut Anggota DPRD Lamtim itu menyampaikan apresiasi atas pertemuan dua Ormas Besar antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhamadiyah hari Jumat tanggal 23 Maret 2018 yang menghasilkan rumusan pernyataan bersama, yang tidak berlebihan jika dsebut sebagai “Resolusi Kebangsaan NU-Muhamadiyah”, sehingga bisa dimaknai sebagai penegasan optimisme menjaga eksisensi NKRI untuk tetap terus lestari dijaga keutuhannya.

“Saya ajak semua kekuatan bangsa untuk menolak segala macam bentuk rongrongan terhadap Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI & UUD 45. Mari bersama-sama menumbuhkan kembali semangat berbangsa dan menggelorakan kembali jiwa dan rasa nasionalisme anak bangsa dengan semangat Beragama Hubbul Wathon Minal Iman, cinta tanah sir adalah manifestasi keImanan ummat beragama”, pungkasnya. (W9-jos)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.