Kunjungi Event UKM Virtual Expo, Ganjar Jualan Online Produk Kopi Posong Hingga Gitar

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengunjungi Event UKM Virtual Expo. (foto: Istimewa/Alim)

Semarang, Warta9.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berjualan langsung produk bikinan Usaha Mikro Kecil yang dipamerkan dalam event UKM Virtual Expo, Minggu (25/10). Barang yang dijual mulai dari Kopi hingga Gitar bahkan Lukisan.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga melakukan bincang bisnis dengan tema “Intervensi Pemprov Jateng kepada UMKM di Era Pandemic dan New Normal”. Ganjar berbincang dengan Helmy Yahya, Dirut Bank Jateng Supriyatno dan Kepala Bank Indonesia perwakilan Jawa Tengah, Sukowardoyo.

Di kesempatan itu, ada sesi khusus di mana Ganjar melakukan penjualan langsung secara online. Ganjar menjual produk UKM mulai dari kopi, jersey, gitar hingga lukisan.

Saat dipromosikan Ganjar, sejumlah produk langsung terjual. Bahkan, ada pembeli yang berasal dari Madiun dan Bekasi. Untuk mereka, Ganjar memberi gratis ongkir untuk pembelian kopi dan jersey bermotif lurik.

“Gitar ini, buatan tangan dan terbuat dari kayu mahoni. Harganya Rp 500ribu saja silahkan siapa mau beli,” kata Ganjar.

Tak disangka, Helmy Yahya yang duduk memperhatikan di sisi ruangan langsung mengacungkan tangan dan mengaku berniat membeli gitar tersebut.

“Wah ini bagus, gitar buatan UMKM dibeli oleh Helmy Yahya. Saya kasih gratis Ongkir,” kelakar Ganjar.

Ganjar yang hadir dalam acara tersebut juga meresmikan pelaksanaan UKM Virtual Expo yang akan berjalan hingga Selasa, 27 Oktober mendatang. Ganjar berharap dengan kesempatan ini, UMKM akan semakin sukses.

“Kita buktikan sekarang dengan virtual expo ini dari UMKM kita ini ternyata baru kita mulai hari ini sudah 1 M lebih. Artinya apa, artinya sebenarnya kesempatan buat UMKM kita jualan secara virtual menjadi semakin terbuka,” ucap Ganjar usai acara.

Ganjar mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari sejumlah pelaku UKM yang tergabung dalam virtual expo tersebut ternyata mengalami kendala. Mulai dari tak bisa dihubungi hingga kesulitan bahasa.

“Kita latihan, ini adaptasi, mungkin kita perlu nanti diberikan pengelola. Sehingga jualannya dari situ, bahasa apapun bisa menjawab sehingga ada manajemen yang mengelola dan umkm kita bisa maju,” tegasnya. (Alim)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.