Kurang Pemahaman,Warga Masih Cetak Adminduk Di Kantor Capil

Kotabumi, Warta9.com Meski pemerintah pusat telah menerbitkan peraturan jika kartu keluarga (KK), akta kelahiran dan akta kematian dapat dicetak sendiri atau mandiri menggunakan kertas HVS 80 gram, namun sejumlah warga di Lampung Utara tetap mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat, untuk mencetak administrasi kependudukan tersebut.

Bahkan mereka rela mengantri hanya sekedar untuk mencetak adminitrasi kependudukan seperti KK dan Akta Kelahiran. Ditengarai, jika sebagian warga itu kurang memahami tentang kebijakan pencetakan mandiri tersebut. Minimnya fasilitas juga menjadi alasan warga tidak melakukan pencetakan sendiri.

Tak hanya itu, warga juga mengaku khawatir jika KK atau akta kelahiran yang mereka cetak sendiri tidak diakui keabsahannya.

“Saya belum tau kalau bisa ceyak sendiri. Dan lebih baik cetak disini (kantor Disdukcapil) biar nggak ragu asli atau tidak,’ ujar Nira, salah seorang warga, Kamis (9/7/2020).

Sekretaris Disdukcapil Lampura, Tien Rostina, mengaku memang masih banyak warga yang melakukan pencetakan KK dan Akta Kelahiran di kantornya.

Tien memaklumi hal itu, dan tetap memberikan pelayanan pencetakan. Disdukcapil juga terus memberikan himbauan ke kecamatan hingga desa mengenai adanya aturan terbaru mengenai pencetakan adminduk secara mandiri.

“Kami tetap berikan pelayanan pencetakan, karena kami memaklumi mungkin saja karena kurangnya pemahaman serta minim fasilitas yang dimiliki warga,” ujar Tien Rostina.

Diketahui, terhitung sejak 1 juli 2020 Disdukcapil Lampura tidak lagi mencetak administrasi kependudukan khususnya KK, akta kematian dan akta kelahiran menggunakan blanko scurity printing, melainkan kertas HVS 80 gram berwarna putih.

Penerapan pencetakan mandiri ini, merupakan tindak lanjut dari peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 109 tentang formulir dan buku dalam adminduk. (Rozi Van)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.