Laboratorium Klinik Prodia Ajak Wartawan Periksa Thalasemia 

Bandarlampung, Warta9.com – Rangkaian kegiatan HUT Laboratorium Klinik Prodia ke-45, diisi berbagai kegiatan sosial. Klinik kesehatan terbesar di Indonesia ini melakukan pemeriksaan Thalasemia gratis kepada para jurnalis yang berada di Bandarlampung, Rabu (21/3/2018).

Peserta yang ikut dalam kegiatan ini merupakan para wartawan yang tergabung dalan organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Lampung dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung.

Kepala Cabang Prodia Lampung Yudi Triyanto S. Farm. Apt kepada wartawan di sela-sela acara mengatakan, kegiatan ini merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR), dan kegiatan ini rutin dari laboratorium klinik Prodia sudah berjalan hampir lima tahun.

“Prodia sudah bekerja sama dengan Yayasan Thalasemia Indonesia, merupakan program CSR. Untuk di Lampung sudah kami lakukan rutin sejak beberapa tahun ini, guna memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya jurnalis tentang Thalasemia,” kata Yudi.

Ia menambahkan, kegiatan ini dilakukan di dua tempat di Bandarlampung, diantaranya di Laboratorium Klinik Prodia jalan Jenderal Soedirman Bandarlampung, dan salah satunya digelar di Poltekes Kesehatan Tanjungkarang.

“Kegiatan ini dilakukan di dua tempat di Bandarlampung, selain disini (Laboratorium klinik Prodia), kami juga melakukan di Poltekes Kesehatan Tanjungkarang,” terangnya.

Untuk di  Laboratorium klinik Prodia, sambung Yudi, pemeriksaannya khusus untuk para jurnalis di Lampung. Sedangkan pemeriksaan yang dilakukan di Poltekes Kesehatan Tanjungkarang dilakukan selama dua hari, pemeriksaan untuk anak mahasiswa analis kesehatan.

“Tujuan kami, melakukan pemeriksaan Thalassemia ini karena dilapangan peningkatan penderita Thalassemia semakin banyak, dan ini merupakan program CSR prodia nasional Melakukan screening Thalassemia,” terangnya nya.

Sementara itu, Dr Deffy menjelaskan, Thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal.

Zat besi yang diperoleh tubuh dari makanan digunakan oleh sumsum tulang untuk menghasilkan hemoglobin. Hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah berfungsi mengantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh anggota tubuh.

“Penderita thalasemia memiliki kadar hemoglobin yang rendah, oleh karena itu tingkat oksigen dalam tubuh penderita thalasemia juga lebih rendah,” terangnya.

Deddy menambahkan, terdapat dua jenis thalasemia yang terjadi, yaitu Alfa dan Beta, dimana kedua jenis ini memiliki kaitan gen yang menentukan kadar keparahan dari penyakit yang diturunkan ini. Thalasemia beta merupakan jenis yang lebih sering terjadi. (W9-jam/ars)

loading...
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.