oleh

Lampung Berharap Medali Pertama dari Cabang Muay Thai

Agus Dwi Cahyo atlet Muay Thai bersama pelatihnya. (foto : man)

Papua, Warta9.com – Atlet Lampung sudah meraih tujuh mendali emas, tapi di Cabor Eksibisi yaitu Hapkido dan kickboxing yang tidak masuk hitungan dalam perolehan mendali PON.

Cabang olahraga Muay Thai menjadi harapan bagi Lampung, untuk menyumbang medali pertama bagi Sai Bumi Ruwa Jurai dikanca pesta olahraga akbar, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahin 2021.

Muay Thai yang telah menggelar pertandingan pada, Senin (27/9) pagi di GOR STT Gidi Kabupaten Jayapura Papua. Namun sayang Agus Dwi Cahyo di nomor Wai Kru atau seni gagal mengulang prestasinya pada Pelan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera yang berlangsung di Bengkulu 2019 lalu. Sempat melaju ke babak semifinal, Agus tidak berhasil menembus empat besar dari 11 peserta yang turun di nomor seni.

Dengan demikian harapan Lampung meraih medali pertma di PON XX/2021 Papua dari cabang Muay Thai masih tertunda, mengingat Lampung akan turun di kelas tarung.

Harapan Lampung kini tinggal bertumpu kepada Mitra Edisyah Putra W turun di kelas 54 Kg. Atlet putra Lampung itu akan bersaing dengan atlet-atlet nasional, yang berasal dari delapan Provinsi termasuk tuan rumah Papua.

Pelatih Muay Thai Lampung Khairil Anas mengatakan, bahwa kelas Wai Kru memang rawan dan subyektif, sehingga sulit sekali memprediksi nilai. “Ya ini sangat subyektif. Banyak faktor yang ikut menentukan pemenangnya di sini. Maka dari itu, saya sampai kepada Agus bahwa ini memang belum rejeki. Tak perlu disesali, karena kita sudah bekerja keras,” ujar Charles, panggilan akrab Khairil Anas.

“Yang penting setiap partai all-out. Jadi tidak usah mikirin medali, mikirin menang saja dan fokus. Karena ini laga yang juga rawan. Kalau menang angka itu masih sangat subyektif. Kalau menangnya KO, itu kemenangan yang pasti,” tambah Charles. (W9-ha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed