Lapas Klas III Kayuagung Gandeng TP-PKK OKI Beri Pembekalan Kepada Napi

Kayuagung, Warta9.com Upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, Pembekalan pelatihan bagi napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas III Kayuagung terus ditingkatkankan. Dalam pembinaan kecakapan personal ini, Lapas menggandeng TP-PKK Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU), Selasa (17/7/2018).

Dalam kerjasama ini, TP PKK dibawah kepemimpinan Lindasari Iskandar melalui beberapa Kelompok Kerja (Pokja) memberikan sejumlah pelatihan pangkas rambut, pembuatan tempe, dan anyaman tas. Bukan itu saja, organisasi wanita ini juga akan memfasilitasi pemasaran hasil karya napi melalui berbagai event lokal maupun kegiatan lainnya. Diharapkan dengan jaringan luas yang dimiliki TP PKK, persoalan pemasaran ini justru dapat menumbuhkan potensi ekonomi rakyat.

Kalapas Hamdi Hasibuan didampingi Kasubsi Pembinaan Dedi Mardjana mengatakan, kepedulian TP PKK dalam membantu memberikan sejumlah pelatihan ini akan berguna bagi napi dalam mengembangkan potensi diri. Menurut Hamdi, pelatihan ini juga sebagai kesiapan napi untuk kembali berada di tengah masyarakat,

“Bagaimanapun juga, napi berada didalam sini merupakan bagian dari warga Kita yang seharusnya mendapatkan bimbingan dan arahan selama menjalani hukuman,” katanya.

Hamdi meneruskan, pembinaan dengan memberikan pelatihan kecakapan hidup (Life Skill) ini mendapat dukungan penuh oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten OKI,

“Bagi Kami, sambutan baik dari TP PKK OKI sangat berarti. Karena salah satu fungsi lapas ini yakni mengarahkan warga yang sedang terjerat pidana untuk diberi kecakapan sebagai bekal dalam melanjutkan kehidupannya setelah menjalankan kewajiban atas kesalahannya,” ujarnya.

Dengan kerjasama Lapas dengan TP PKK dalam memberikan pelatihan berupa kecakapan pangkas rambut, pembuatan tempe dan kerajinan tangan ini sebagai upaya melengkapi kecakapan yang telah ada,

“Sebelumnya, Lapas Kayuagung sudah menjalankan beberapa program kecakapan diberbagai bidang seperti kerajinan tangan pembuatan patung, pembuatan tempe, ternak Hewan Kambing, dan lainnya,” jelasnya.

Bertambahnya bidang keahlian yang langsung dibina TP PKK, dapat memberikan ruang kebebasan bagi napi untuk menyalurkan minat sesuai bakatnya sekaligus sebagai peluang usaha yang dapat ditekuni,

“Peserta pelatihan ini diprioritaskan bagi napi yang tidak lama lagi bebas, sehingga saatnya nanti berada ditengah masyarakat, napi tidak kebingungan lagi karena sudah memiliki keahlian,” jelasnya.

Ditambahkan Kasubsi Pembinaan Lapas, Dedi Mardjana, beberapa kelompok napi diarahkan membuat cairan cuci piring. Hasilnya tidak jauh dari produk yang beredar di pasaran.

“Cairan cuci piring ini sudah dibuat dalam beberapa kemasan, dari ukuran botol hingga sachet. Sekarang masih mengupayakan surat ijin dari BP POM untuk standaridasi dari produk tersebut,” tandasnya

Ketua TP PKK OKI Lindasari Iskandar melalui Wakil Ketua II sekaligus Koordinator Pokja III dan IV Muhiria Heri Susanto menyampaikan permintaan maaf Ketua TP PKK yang belum bisa hadir ditengah warga binaan lapas ini.

Diterangkannya, sebelum MoU ini dilakukan, TP PKK terlebih dulu mencari rumusan jenis pelatihan yang akan diberikan.

Muhiria memandang transfer kecakapan harus berdasarkan kebutuhan masyarakat luas, sehingga napi bukan hanya diberikan pembekalan saja tetapi juga memudahkan pemasarannya,

“Seperti yang disampaikan Kalapas tadi, pemasaran hasil karya napi ini akan kita perkenalkan melalui pameran atau bisa juga atas permintaan event tertentu,” jelasnya.

Mengenai teknis pelatihan, Muhiria mengungkapkan TP PKK menyiapkan tenaga pengajar berpengalaman yang akan membantu napi menguasi materi yang diberikan,

“Diharapkan keseriusan napi yang mengikuti pelatihan ini. Tentunya ini akan berguna, tidak saja selama masih di lapas tetapi juga setelah bebas nanti, bahkan d kecakapan yang dimiliki dapat,” terangnya. (W9-Indra)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.