Lawang, Hilangkan Nyawa Orang Pengacara Minta Terdakwa Dihukum 17 Bulan 

Bandarlampung, Warta9.com – Terdakwa Suherwin alias Erwin Bin Muhammad Zen terdakwa pembunuhan, melalui Penasehat Hukumnya, David Sihombing, SH meminta kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 1,5 tahun atau 17 bulan. Pledoi pengacara terdakwah ini dinilai keluarga korban lawang alias gila karena ada rasa keadilan.

Hal tersebut terungkap pada Sidang Pledoi Kasus Pembunuhan Agus Irawan, yang terjadi di pelataran parkir mobil Golden Dragon Jalan Yos Sudarso Telukbetung Selatan, Bandarlampung pada 2013 silam, di Pengadilan Kelas 1 A Tanjungkarang, Senin (12/3/2018).

Sidang Pledoi yang diketuai oleh Majelis Hakim Ismail Hidayat, SH, MH itu, membuat kecewa keluarga korban yang menyaksikan sidang.

Pasalnya, dalam Pledoi, penasehat hukum terdakwa meminta hakim menjatuhkan hukuman kepada terdakwa 1,5 tahun. Hukuman itu sangat jauh rendah dengan dakwaan maupun tuntutan jaksa sebelumnya 10 tahun penjara.

Dalam dakwaannya, Jaksa Suparman, SH mendakwa dengan pasal berlapis, yaitu Pertama ; Pasal 340 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP, Subsider ; Pasal 355 (2) Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Kedua ; Pasal 170 Ayat (2) ke-1.

Namun, dalam sidang tuntutan, Jaksa menuntut lebih rendah dari dakwaan yang ia terapkan. Yakni, hanya 10 tahun penjara, yang awal mulanya adalah pasal pembunuhan berencana, Pasal 304 KUHP “Fakta persidangan tidak terungkap, dan tidak

ada alat bukti, jadi kami tidak bisa menerapkan pasal pembunuhan berencana,” ungkap Jaksa Suparman, SH saat dikonfirmasi usai sidang, beberapa waktu lalu.

Sementara, Khotimah, istri korban, sangat sedih dan bingung, lantaran merasa sangat sulit dalam mencari keadilan yang untuk suaminya yang meninggal dengan keadaan mengenaskan.

“Sedih mas, saya juga bingung, saya butuh keadilan atas terbunuhnya suami saya. Saya berharap kepada Hakim, pelaku dapat dihukum seberat-beratnya,” ungkap Khotimah.

Saat ini Khotimah hanya bisa pasrah dan berharap keadilan berada di pihaknya dan anak-anaknya. Dirinya juga harus terus berjuang menghidupi anak-anak tanpa sang suami yang saat ini masih membutuhkan banyak biaya untuk kehidupan dan sekolahnya. (W9-jam/ars)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.