Marta, Mahasiswi Teknokrat Berhasil Membuat Karya Tulis Terbaik Nasional

Bandarlampung, Warta9.com – Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia kembali meraih prestasi di tingkat nasional. Kali ini prestasi membanggakan diperoleh Marta Widyawitasari  Simamora.

Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris ini masuk peringkat terbaik karya tulis dalam Lomba Esai Nasional (LEN) 2018, yang diselenggarakan oleh HIMA PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Menurut Martha Widyawitasari, Senin (17/9/2018), lomba ini digelar melalui proses seleksi dan penjurian yang dilakukan pada awal September 2018. Dalam lomba karya tulis esai tingkat nasional bidang pendidikan ini, Marta mengambil sub thema tentang “Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal”.

Sedangkan Thema Lomba Esai Nasional 2018 “Pendidikan Kreatif Inovatif Solusi Membangun Generasi Millenials Abad 21”.

Ada lima Subtema yang diangkat dalam lomba ini yaitu, Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Pendidik, Kebijakan Strategis Pendidikan, Peningkatan Kepedulian Pendidikan pada Masyarakat, Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal dan terakhir Inovasi Pendidikan Bertaraf  Internasional.

Setelah melalui seleksi dan penjurian yang cukup ketat, dengan peserta yang berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, diambil 15 karya tulis terbaik. Dari 15 tersebut, karya tulis Marta masuk 10 besar. Dengan demikian, Marta mahasiswi Teknokrat ini pada 14 September lalu masuk di dalamnya sebagai peserta Lomba karya tulis Esai Terbaik Nasional. Nantinya, lanjut Martha, 15 hasil karya tulis mahasiswa terbaik ini akan dipublikasikan dalam bentuk buku.

Terkait ptestasi yang diraih, Martha mengaku kaget karya dia bisa masuk 15 terbaik dan karyanya urutan 10. Sebab, dalam mengikuti lomba esai tingkat nasional ini dirinya telat informasi sehingga daftar gelombang kedua.

“Sebenernya sempat kaget juga Pak, karena kan saya ikut mendadak karena telat info jadi buat esainya bisa dibilang buru-buru, dikejar deadline. Jadi senang, walau buru-buru tenyata bisa masuk sepuluh besar,” kata Marta.

Meski sekarang belum bisa masuk tiga besar, lomba kali bisa menjadi motivasi untuk lomba yang akan datang. “Walaupun belum bisa masuk tiga besar ya jadi motivasi buat kedepannnya. Sekarang masuk sepuluh besar udah senang,” ujar mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ini. (W9-jam)

loading...
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.