oleh

Masyarakat Diminta Pahami Status ODP, PDP dan Suspect Covid-19

TIGA istilah yang digunakan seputar merebaknya wabah corona masih kerap membuat masyarakat kebingungan bahkan memicu kekhawatiran. Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulangbawang Barat, Majril, S.Kep.,NS., MM meminta masyarakat memahami pola penanganan virus Corona yang dilakukan pemerintah.

Menurutnya, salah satu yang sering disalahartikan masyarakat adalah terkait status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). “Banyak yang salah arti soal status ini, terutama soal status ODP dan PDP,” jelas Majril, Jumat (10/4/2020).

Dia menjelaskan status ODP, adalah orang yang memiliki gejala demam, sakit tenggorokan dan batuk, memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal atau memiliki riwayat kotak dengan kasus konfirmasi covid-19.

“Belum tentu orang yang memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di wilayah melaporkan transmisi lokal dan riwayat kontak dengan kasus konfirmasi covod-19 itu terinfeksi. Namun sebagai antisipasi mereka tetap diawasi karena riwayat perjalanannya,” kata Majril.

Orang dengan status ODP ini, di haruskan melakukan isolasi mandiri di tempat tinggalnya. Isolasi ini dilakukan dengan membatasi diri ke tempat-tempat keramaian dan kontak dengan orang lain selama 14 hari. “Ini untuk memastikan aman maka disarankan melakukan isolasi mandiri,” ujar dia.

Sementara soal status PDP, dengan kondisi yang biasanya sudah dalam keadaan sakit. Namun, belum bisa dipastikan positif. Karena, bisa saja gejala-gejala yang diderita tersebut berasal dari penyakit lain meski memiliki gejala mirip dengan corona virus.

“Kalau PDP sudah jadi pasien, kondisinya sudah ada gejala-gejala, tapi belum tentu positif. Karena gejala itu bisa saja dari penyakit lain. Sedangkan masuk ruang isolasi karena butuh perawatan sambil menunggu hasil uji labolatorium,” tuturnya.

Uji labolatorium pada pasien PDP, lanjut dia, harus dilakukan untuk benar-benar memastikan apakah gejala yang muncul terinfeksi virus atau penyakit lainnya.

“Seperti satu orang PDP yang sekarang dirawat di ruang isolasi RSUD Tubaba, kondisinya juga semakin membaik. Jadi belum tentu orang dengan status PDP itu terinfeksi corona,” terangnya.

Untuk itu masyarakat diminta tidak panik menyikapi status tersebut. Sebab, lanjut Majril, pemerintah telah melakukan upaya-upaya pemantauan dan penanganan.

“Masyarakat tidak usah panik jika ada orang berstatus ODP atau PDP, karena belum tentu positif. Status itu tahapan upaya penanganan yang dilakukan pemerintah,” tandasnya.

Sementara itu, suspect corona adalah orang yang diduga terjangkit infeksi Covid-19, dengan menunjukkan gejala virus corona. Pemeriksaan kepada pasien akan dilakukan untuk melihat status infeksi corona di tubuh suspect tersebut: positif atau negatif.

“Masyarakat harus paham, istilah-istilah ini untuk mengelompokkan risiko serta penampakan gejala dari orang-orang yang mungkin atau sudah terpapar virus corona. Jadi saya minta warga mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah,” tandasnya. (W9-jon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed