Panitia Lokal Universitas Teknokrat Siap Gelar KRI

Bandarlampung, Warta9.com – Universitas Teknokrat Indonesia yang dipercayai oleh Kemenristek Dikti, menjadi tuan rumah Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 Wilayah Regional 1, sedang mempersiapkan pembukaan KRI, Sabtu (6/4/2019).

Sebagai tuan rumah KRI 2019, panitia lokal Universitas Teknokrat kini telah melakukan persiapan dengan menuntaskan tempat lomba.

Menurut Ketua Panitia Lokal Teknokrat Muhammad Najib Ahadis, MT, bersama Koordinator Lomba Rohmat Indra Borman, M.Kom, Selasa (2/4/2019), menjelaskan, persiapan panitia sudah 80 persen. KRI Regional I terdiri 197 peserta 31 perguruan tinggi dan 64 tim.

Najib Ahadis yang akrab disapa Aji mengatakan, ada lima Divisi Lomba
Kegiatan KRI 2019 terdiri dari lima divisi yaitu ; Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) tipe Berkaki, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) tipe Beroda, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) tipe Humanoid dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI).

Saat ini panitia lokal Teknokrat sedang mempersiapkan lokasi lomba KRI di dua lokasi yaitu, di indoor gelanggang mahasiswa dan aula. Saat pelaksanaan lomba berlangsung, panitia menyediakan beberapa layar TV di luar Gelanggang agar siswa dan mahasiswa dapat menyaksikan dari luar.

Peserta KRI dari berbagai perguruan tinggi akan tiba di Bandarlampung, Rabu (3/4/2019). Peserta akan menginap di Asrama Haji Rajabasa.

Tim pemenang dan sejumlah tim terbaik pada Kontes tingkat Regional akan diundang untuk ikut serta pada Kontes Robot Indonesia KRI 2019 Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 19-23 Juni 2019.

Sementara itu, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Nasrullah Yusuf, SE, MBA, merasa senang dan bangga kampusnya mendapat kepercayaan dari Kemenristekdikti sebagai tuan rumah kontes robot. Sebagai pimpinan Teknokrat, Nasrullah akan berusaha semaksimal mungkin untuk mensukseskan kontes robot ini. (W9-jam)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.