oleh

Pelayanan Damkar Tubaba Disorot Warga

PANARAGAN – Minimnya jumlah armada pemadam kebakaran (Damkar) di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, kerap mendapat sorotan dari sejumlah pihak.

Pasalnya, kinerja petugas pemadam kebakaran masih dianggap kurang maksimal, karena hanya tersedia dua unit pemadam kebakaran untuk mengatasi sembilan wilayah Kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Sering telat dan gagal aksi, mungkin begitulah anggapan sebagian masyarakat menyikapi kinerja petugas pemadam kebakaran di Tubaba.

Sukman Muhtar warga Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulang Bawang Tengah mengatakan, seharusnya pemerintah daerah melakukan perbaikan terhadap sistem petugas tanggap darurat tersebut, sehingga bisa lebih maksimal dalam bekerja.

“Kalau urusan kebakaran itu soal nyawa manusia bukan bangkai binatang, jadi harus cepat tanggap dan Responsif. Petugas pemadam kebakaran harus profesional dan aktif selama 24 jam, mereka bertugas khusus untuk tanggap bencana,” kata Sukman, Sabtu (11/1) malam.

Dia juga menyayangkan kinerja petugas pemadam kebakaran di wilayah tersebut sangat jauh dari harapan masyarakat. Bahkan saat terjadi bencana kebakaran masyarakat mengaku bingung untuk meminta bantuan, karena petugas Damkar sulit dihubungi.

“Banyak keluhan warga waktu kebakaran, petugas sulit dihubungi. Waktu datang rumah yang terbakar sudah habis. Jadi telat bantuannya datang,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, yang datang ke lokasi kebakaran di Tiyuh/Desa Penumangan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Sabtu (11/1) sekitar pukul 18.30 Wib, diusir warga.

Pengusiran itu dilakukan karena mobil pemadam kebakaran (damkar) tersebut terlambat datang ke lokasi.

Sementara warga sudah berhasil memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, seperti ember dan tangki penyemprot rumput, meski satu unit rumah semi permanen hangus terbakar. (W9-jon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed