Penampilan Tari “Putri Bulan” Memukau Acara Wisuda Universitas Teknokrat

 

Tampak “Putri Bulan” ditandu saat memasuki area wisuda sebelum tari kolosal dimulai. (foto : Ari)

Bandarlampung, Warta9.com – Pelaksanaan Wisuda periode 1 tahun 2023 Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), yang berlangsung di Gelanggang Mahasiswa Dr. HM. Nasrullah Yusuf, pada Rabu dan Kamis (26-27/7/2023), benar-benar meriah dan hidmah.

Meriahnya, karena dalam kegiatan wisuda ada penampilan tari kolosal “Putri Bulan” yang dibawakan oleh UKM Tari Teknokrat. Penampilan tari “Putri Bulan” dengan dosen pembimbing Ade Dwi Putra, MKom dan koreografer Fredy Tenang.

Penampilan tari “Putri Bulan” tentunya membuat Kepala LLDIKTI Wilayah II┬áProf. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc, Rektor UTI Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE, MM, dan para wali wisudawan terpukau.

Tari “Putri Bulan” ini diangkat dari Hindu Bhirawa. Dimana menggambarkan kehidupan masyarakat dengan kehidupan yang damai dan tentram, dikelilingi dengan alam yang melimpah. Penduduknya yang rukun, bergotong royong serta taat beribadah. Masyarakatnya menganut agama hindu bhirawa yang mengagumkan alam semesta serta menjunjung tinggi nilai leluhur yang percaya akan kekuatan angin, bulan dan matahari.

Putri bulan, seorang putri yang cantik nan elok, kecantikannya tersohor ke seluruh negeri bagai Mutiara
yang berkilau di bumi Lampung. Kecantikan dan kepiawaiannya dalam bela diri terkenal di seluruh negeri sehingga ia disegani oleh
musuh-musuhnya.

Kemudian datanglah 4 empu dari larastory cahya pagaruyung, mereka adalah : Empu Belungu, Empu Penyengat/pernong, Empu Nyerupa dan Empu Bejalan Diwai.

Mereka ini datang dari bumi Lampung Barat untuk menyiarkan agama Islam. Empat empu ini akan berhadapan dengan Putri Bulan dan para pengikutnya.

Empat Empu Melawan Putri Bulan
Dalam perjalananya ke empat empu bertemu dengan Putri Bulan dan terjadilah pertempuran yang sangat sengit antara empat empu dan putri bulan.

Dengan kegigihan dan kerjasama akhirnya pertarungan dimenangkan oleh 4 empu yaitu : Empu Belungu, Empu Penyengat, Empu Nyerupa dan Empu Bejalan Diwai.

Masuk Islam
Setelah Kalah melawan empat empu, Putri Bulan masuk Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat. Maka terjadilah perdamaian di wilayah tersebut. Dan akhirnya Putri Bulan diangkat menjadi Nabah dan ditandai dengan penyerahan pusaka oleh empat Empu sekaligus mengajarkan syariat Islam.

Kecantikan Putri Bulan tersebar sampai negeri sebrang hingga datanglah Kibuyut Surya Menggala yang merupakan seorang kesatria yang gagah dan berwibawa yang berasal dari Tulangbawang. Dan akhirnya kibuyut Surya datang ke Lampung Barat untuk membuktikan kecantikan Putri Bulan.

Karena kecantikan Putri Bulan yang luar biasa sampai akhirnya Ki Buyut Surya Menggala jatuh hati dan ingin mempersunting Putri Bulan.

Kabar bahagia akan pernikahan Putri Bulan dan ki Buyut Surya Menggala tersebar ke seluruh negeri.

Pada akhirnya Putri bulan menikah dengan ki Buyut Surya Menggala dengan pesta pernikahan yang sangat meriah dan melakukan prosesi begawi adat dan hidup damai bahagia. (W9-jam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.