Pencegahan Tipikor, Pemkab Tubaba Rakor bersama Kemendagri dan KPK

Jajaran Pemkab Tubaba rakor secara virtual bersama Kemendagri dan KPK. (foto : ist)

Panaragan, Warta9.com – Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung, mengikuti rapat koordinasi bersama Kemendagri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara virtual di aula rapat lantai III Kompleks Perkantoran Pemda setempat, Selasa (15/08).

Menteri Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D melalui Sekretaris Jenderal Suhajar Diantoro mengatakan, korupsi merupakan tindak kejahatan yang luar biasa serta ancaman eksistensi bangsa.

Bacaan Lainnya

“Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah mulai dari pendekatan penindakan agar tercipta efek jera, pencegahan agar terbangun sistem yang tidak memberikan ruang untuk korupsi dan pendidikan anti korupsi dalam rangka edukasi,” ujar Suhajar Diantoro dalam rapat virtual.

Dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi, Kementerian Dalam Negeri bersama KPK dan BPKP telah bersinergi untuk melaksanakan kegiatan pencegahan terintegrasi.

Kemendagri menekankan beberapa hal kepada seluruh kepala daerah dan pimpinan DPRD. Pada area perencanaan dan penganggaran APBD salah satunya adalah fungsi alokasi. APBD harus diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian daerah, dengan kata lain harus untuk rakyat.

Sementara itu, Ketua KPK RI Firli Bahuri menjelaskan, korupsi adalah merampas hak-hak rakyat. Hak-hak para pewaris anak bangsa yang akan datang.

“Melalui forum ini saya mengajak rekan-rekan semua yang sekarang ini diberikan mandat oleh negara untuk memegang jabatan sebagai penyelenggaraan negara untuk tidak melakukan korupsi. Karena kalau korupsi masih terjadi maka tujuan negara pasti gagal dan kita tidak akan pernah mewujudkan tujuan negara itu,” pungkasnya. (W9-Nan)

banner 400x130

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.