oleh

Pengoplos Gas Elpiji 3 Kg Diringkus Polisi

Pelaku Dek Ar, mempraktikan cara memindah isi gas elpiji, di Mapolres Buleleng. (Ist)

Bali, Warta9.com – Lama beraksi, terduga pelaku pengoplos isi gas elpiji 3 Kg ke tabung 12 Kg, akhirnya diringkus anggota Polisi Resort Buleleng.

Pelaku adalah Kadek Ardika alias Dek Ar (38), warga Banjar Dinas Kembang Sari, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Ia kepergok saat sedang memindahkan isi gas 3 Kg subsidi ke dalam tabung 12 Kg non-subsidi tanpa izin dari pihak yang berwenang.

Kasi Humas Polres Buleleng AKP I Gede Sumarjaya, dalam keterangan tertulis mengungkapkan, aksi pemindahan isi tabung gas elpiji bersubsidi ini terungkap atas laporan masyarakat.

Modus pelaku memindahkan isi gas elpiji, dengan cara tabung gas 12 Kg yang kosong diposisikan dibagian bawah, sedangkan tabung yang isi 3 Kg berada di atasnya.

“Selain posisinya di bawah, di atas tabung 12 Kg juga ditumpangi es batu, lalu disambung dengan pipa kecil ke tabung gas 3 Kg yang masih isi, yang mana possinya berada di atasnya,” ungkap AKP Sumarjaya Jumat (14/1/2022).di Mapolres Buleleng.

Dijelaskan, setelah isi gas 3 Kg itu habis kemudian diganti dengan ukuran yang sama, sampai tabung 12 Kg tersebut terisi penuh sesuai takaran. Bahkan saat pengrebekan, pelaku Ar sedang memindahkan 20 isi gas 3 Kg ke tabung 12 Kg.

“Polisi yang datang langsung mengamankan pelaku berikut barang bukti tabung gas elpiji. Selanjutnya digelandang ke Polres Buleleng,” katanya.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Bahwa tujuannya usai memindahkan isi gas 3 Kg selesai, rencananya tabung gas 12 Kg akan dipasarkan kepada konsumen. Diman dari aksi jahatannya itu pelaku Ar mendapat keuntungan bersih Rp 20 ribu per tabung.

“Adapun bukti yang diamankan, 15 biji tabung gas ukuran 12 Kg dan 60 tabung gas 3 Kg. Kemudian ada 45 buah segel, 4 karet pengaman gas serta 10 batang pipa besi untuk memindahkan isi gas,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Yogie Pramagita menjelaskan, pelaku Ar bisa meraup keuntungan puluhan dari hasil tabung 3 Kg yang dipindah ketabung 12 Kg, lalu dujual dengan harga non subsidi.

Kepada polisi pelaku mengaku baru sebulan melakukan kejahatan itu setelah berhenti dari tempat kerjanya di agen elpiji di wilayah Denpasar.

“Jadi dia tahu caranya dari tempat kerjanya yang dulu,” jelas AKP Yogie.

Atas perbuatannya, Ardika dijerat dengan Pasal 53 huruf b dan c UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas. Ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun dan denda Rp 40 miliar. (Fendy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed