oleh

PJU Tak Berfungsi, Dishub Kerinci Terkesan Buang Badan

Jambi, Warta9.com – Tokoh Adat Kabupaten Kerinci, Jambi, Armadi Rio, menilai Dinas Perhubungan tidak becus dalam mengelola lampu penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Kecamatan Depati VII. Padahal lampu penerangan jalan itu sudah dipasang sejak tahun 2017.

“Dari tahun 2017 hingga sekarang belum juga dihidupkan. Percuma di pasangkan lampu jalan. Kalau Dishub tidak sanggup serahkan saja kepada dinas lain, contohnya Dinas Perkim. Daripada bikin malu Pemerintah Kabupaten Kerinci,” kata Armadi Rio.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kerinci, H. Juanda, S.Pd dan Kasi Bidang Perhubungan Refdi saling lempar. Menurut Kadis untuk mengatasi keluhan warga masyarakat terkait PJU tidak berfungsi itu seharusnya bidang bisa menggunakan alokasi anggaran lain.

“Kita (Dishub)-kan punya anggaran yang bisa digunakan untuk membeli pulsa lampu PJU. Kan bisa dipakai dulu,” ujar Juanda, saat berdiskusi dengan Kasi Bidang Perhubungan, Selasa (31/12/2019).

Namun pengakuan berbeda disampaikan Kasi Bidang Perhubungan, Refdi. Dengan gamlang Refdi menjelaskan jika untuk membeli pulsa lampu PJU tersebut pihaknya tidak memiliki anggaran.

“Kita tak punya anggaran terkait PJU 16 titik di Desa Baru Kubang dan Desa Kubang Gedang Kecamatan Depati VII. Untuk bayar ini dan itu saja masih kurang,” sekak Refdi.

Untuk diketahui sebelumnya Refdi, terkesan menyalahkan pelayanan PT PLN terkait permohonan penggantian ampere meter PJU melalui surat yang dilayangkan dinas tersebut belum ada jawaban.

Refdi berkelit lampu tidak berfungsi karena PJU tersebut masih menggunakan ampere token, sehingga tidak terkontrol pembelian pulsa /token. Sedangkan disisi lain Refdi mengaku tidak memiliki anggaran untuk pengelolaan PJU.

“Kami berharap PLN segera mengganti ampere agar lebih mudah sistem pembayaran dengan rekening bulanan,” kata Rifdi, kepada warta9.com, Kamis (12/12/2019) lalu.

Menanggapi prihal tersebut Kepala Cabang PT PLN Rayon Sungai Penuh, Heru, mengaku terkait pengajuan Dinas Perhubungan untuk mengganti ampere dari token ke meter itu, tidak berpengaruh dengan hidup tidaknya lampu PJU yang saat ini dikeluhkan warga.

“Ampere itu sama saja tergantung managemen pengelola PJU. Buktinya sekarang seharus lampu PJU itu sudah bisa di fungsikan jika diisi pulsa. Namun apa? gimana mau nyala kalau pulsa listriknya aja gak ada. Jadi jangan memojokan PLN,” tukasnya. (Hendri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed