oleh

Proyek Bahu Jalan yang Rusak di Dusun Tempel Tanggamus Bukan Kegiatan PUPR Provinsi

Proyek jalan yang rusak di Dusun Tempel Ulu Belu Kabupaten Tanggamus. (foto : ist)

Tanggamus, Warta9.com – Proyek pembangunan bahu jalan di Dusun Tempel Pekon Ngarip, Kecamatan Ulu Belu Kabupaten Tanggamus yang baru selesai dikerjakan tahun anggaran 2019 mengalami kerusakan.

Proyek badan jalan yang rusak itu, ternyata bukan kegiatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Lampung.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Lampung Ir. Mulyadi Irsan, MT, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa (31/12/2019), mengatakan, bahwa kegiatan proyek jalan rabat tersebut bukan milik Dinas PUPR Provinsi. Tapi proyek tersebut milik kabupaten.

Proyek tersebut lanjut Mulyadi merupakan dana hibah yang dikerjakan Kabupaten Tanggamus. Kegiatan proyek di Dusun Tempel Km 8+300 Pekon Ngarip Ulu Belu. Sementara kegiatan Dinas PUPR Provinsi Lampung tidak ada yang rabat dan lokasinya kegiatannya di Gunung Sari Semong Km 17+300.

“Jadi perlu kami sampaikan bahwa proyek badan jalannya sudah rusak itu bukan kegiatan yang ditangani Dinas PUPR Provinsi. Tapi itu kegiatan milik Pemkab. Sebab, kegiatan fisik jalan Dinas PUPR Provinsi tidak ada di lokasi Dusun Tempel Km. 8+300. Ini meluruskan saja. Karena ada rekan media yang salah menulisnya, padahal itu bukan kegiatan Dinas PUPR Provinsi,” kata Mulyadi meluruskan.

Mulyadi juga mengucapkan terimakasi atas kepedulian warga dan rekan media. Namun ia berharap hendaknya dilakukan konfirmasi terlebih dulu materi yang akan dipublisikan agar tidak salah. Ia bersama jajaran Dinas PUPR akan berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan yang terbaik dalam bidang bina marga untuk mewujudkan Lampung Berjaya.

Seperti diketahui, dikutip dari Journallampung.com, edisi Selasa (31/12/2019), proyek rabat kondisi pada bahu jalan Desa Tempel Ulu Belu, sudah mulai retak dan terkelupas di beberapa sisinya.

Anto salah satu pengguna jalan dan juga masyarakat di Kecamatan Ulu Belu, mengaku senang dengan dibangunnya jalan tersebut. Sayangnya, kata Anto, belum lama dibangun tapi proyek itu sudah mulai terdapat tanda-tanda kerusakan.

“Sudah pastinya sangat terbantu sekali, apalagi jalan ini adalah jalan utama bagi masyarakat, khususnya masyarakat di-Kecamatan Ulu Belu. Jalannya sudah bagus, tapi tepat pada coran pada sisi jalan (bahu jalan) yang diduga belum lama di bangun sudah mulai rusak,” ungkap Anto.

Anto mengakui keberadaan jalan tersebut sangat vital karena digunakan untuk keperluan sehari-hari juga untuk pergi ke-ladang (kebun) serta dilalui kendaraan yang lainnya. Terlebih bagi para petani untuk membawa hasil bumi, seperti, kopi, lada, kakao, dan hasil pertanian lainnya.

“Kerusakan jalan bisa juga faktor lain. Karena, jalan ini tidak hanya dilalui oleh kendaraan roda dua saja, tapi termasuk kendaraan roda empat atau lebih, mini bush, truck tronton, juga truck biasa,” imbuhnya.

Dirinya berharap akan kondisi bahu jalan ini bisa menjadi perhatian pihak berwewenang. Pihak terkaiit baik rekanan atau Dinas bisa meninjau dan juga memperbaikinya. “Kalau kondisi ini dibiarkan saja, kan bisa tambah parah rusaknya dan juga berbahaya, khususnya bagi pengguna jalan ini,” harap Anto. (W9-jam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed