oleh

Rakor Peningkatan Produksi Pangan, Gubernur Arinal : 4 Kabupaten Belum Produktif Harus Ditingkatkan

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyampaikan arahan pada Rakor Bidang Pertanian. (foto : ist)

Lampung Selatan, Warta9.com — Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi membuka Rapat Konsolidasi/evaluasi Produksi Tanaman Pangan Tahun 2021, dan Peningkatan Produksi Tanaman Pangan Tahun 2022, yang dilaksanakan di PKK Agropark Sabah Balau, Lampung Selatan, Selasa (25/1/2022).

Pada rapat konsolidasi itu, Gubernur Arinal menjelaskan bahwa Lampung memiliki potensi yang sangat memadai dan masih mampu untuk terus meningkatkan produksi pertanian.

Hal ini mengingat masih ada 4 Kabupaten yang belum produktif, misalnya Tulang Bawang Barat, Way Kanan, Mesuji, dan Lampung Utara, yang mana masih bisa ditingkatkan sektor pertaniannya. “Oleh karena itu, bahas hari ini dengan baik. Apapun kekurangannya saya akan bantu,” jelas Gubernur Arinal.

Gubernur Arinal menjelaskan, bahwa dalam upaya meningkatkan sektor pertanian, sudah dilaksanakan langkah-langkah, terutama melalui program Kartu Petani Berjaya (KPB). Program Kartu Petani Berjaya ini menghubungkan kepentingan pertanian dengan tujuan mencapai kesejahteraan petani. KPB ini akan memudahkan petani dalam mendapatkan benih, pupuk, pasar, serta permodalan.

Gubernur Arinal menjelaskan dalam rangka menjaga dan meningkatkan produksi padi di Provinsi Lampung sudah dilakukan langkah-langkah antara lain optimalisasi peningkatan indeks pertanaman, perluasan areal tanaman baru, peningkatan indeks pertanaman, dukungan bantuan benih, koordinasi dan sinergi dalam ketersediaan air, pengelolaan alsintan dan penyediaan benih.

“Pengembangan teknologi/inovasi juga terus dilakukan pemerintah guna meningkatkan produksi padi dan jagung. Saat ini sedang diluncurkan program Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (OPIP)/IP-400, yang merupakan suatu upaya untuk dapat meningkatkan luas panen dengan cara meningkatkan Indeks Pertanaman (IP). Pada tahun 2021 program ini telah dilakukan di 5 Kabupaten Kota,” ujar Gubernur Arinal.

Melalui Rapat koordinasi ini, Gubernur Arinal berharap dapat dirumuskan permasalahan atau kendala guna menyatukan persepsi dan gerak langkah untuk terus bersinergi guna mencapai target produksi di tahun 2022.

Gubernur Arinal juga meminta kepada seluruh pihak baik itu jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, BPS Provinsi Lampung, KTNA, Pupuk Indonesia, dan Perbankan untuk bersama-sama bersinergi dalam meningkatkan sektor pertanian Lampung.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Kusnardi, dalam laporannya, menyampaikan, bahwa Rapat Konsolidasi ini bertujuan untuk mensinergikan pelaksanaan program kegiatan, mendukung target pencapaian produksi padi dan jagung, serta komoditas lainnya di tahun 2022.

Beberapa strategi yang akan ditempuh diantaranya optimalisasi peningkatan indeks pertanaman, perluasan areal tanaman baru, dan peningkatan indeks pertanaman.

Kusnardi menjelaskan, bahwa kegiatan ini diikuti oleh jajaran Kabupaten/Kota yang terdiri dari Pemerintah Kabupaten/Kota di sektor Pertanian, BPS Provinsi Lampung, KTNA, Pupuk Indonesia, Pusri, dan Perbankan. (W9-jam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed