oleh

Razia Pembatasan Jam Malam, Tim Gabungan Tutup PKL Bandel

Jambi, Warta9.com – Razia pembatasan jam malam yang dilakukan petugas Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupten Sarolangun, Jambi, menemukan rombongan anak punk dan pemuda yang sedang asyik mabok lem di kawasan pasar bawah Sarolangun, Sabtu malam (2/5/2020).

Penertipan pedagang yang masih membandel setelah 4 malam di berlakukan pembatasan jam malam terlihat masih pedagang kaki lima yang tidak mengindahkan intruksi pemerintah.

Dalam guyuran hujan petugas gabungan gugus Covid-19 terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, BPBD, Damkar, Dishub, Kesbangpol dan Dinkes turun menyisiri satu persatu pedagang yang masih membuka lapak daganganya diatas pukul 22.00 Wib.

Hal itu setelah adanya himbauan pemerintah untuk memberlakukan pembatasan jam malam, semua aktifitas masyarakat diminta stop dan dirumah saja.

Kasat Satpol PP Kabupten Sarolngun, Riduan, mengatakan, kegiatan ini di laksanakan berdasarkan intruksi Bupati Sarolangun untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19 di kabupaten tersebut.

“Kita menelusuri tempat yang kerap di jadikan tempat perkumpulan banyak orang, terutama di warung pedagang kaki lima yang menggunakan tenda,” terang Kasat.

Dari pantauan, sejumlah pedagang nasi goreng dan pecal lele di pinggir jalan lintas Sarolangun tetap berjualan meski sudah ada imbauan. Petugas gabungan mengambil langkah tegas dengan membuka tenda warung.

Petugas belum beranjak sebelum PKL yang masih buka diatas jam 22.00 Wib menutup lapaknya, bahkan petugas turut membantu melakukan penutupan.

Petugas akan mengambil langkah tegas dengan menyemprot lapak PKL pedagang menggunakan mobil damkar.

“Karena dalam pengamatan saat dilakukan patroli pembatasan jam malam petugas sering di bohongi pedagang dengan mematikan lampu saja setelah petugas pergi kembali beraktifitas,” tandasnya. (W9-dh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed