oleh

Rektor Teknokrat dan Rektor Universitas Majalengka Kunjungi Brigif Marinir 4/BS

Komandan Brigif 4 Marinir/BS Kolonel Nawawi, menyerahkan cinderamata kepada Prof. Sutarman Rektor Majalengka disaksikan oleh Rektor Universitas Teknokrat Indonesia  Dr. HM. Nasrullah Yusuf, dalam Kunjungan Forum Rektor Indonesia. (foto : ist)

Pesawaran – Atas nama Forum Rektor Indonesia (FRI) terdiri Universitas Teknokrat Indonesia dan Universitas Majalengka melakukan silaturrahmi dengan Brigif 4 Marinir/BS Piabung Pesawaran Lampung, Rabu (10/11/2021).

Silaturrahmi diikuti oleh Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE, MBA dan Rektor Universitas Majalengka Prof. Dr. Sutarman, MSc dan pejabat kedua Universitas tersebut. Mereka melakukan kunjungan ke sejumlah tempat dan latihan menembak dan memanah di komplek Brigif 4 Marinir/BS

Menurut Rektor Universitas Teknokrat Indonesia HM. Nasrullah Yusuf, silaturrahmi ke markas Brigif 4 Marinir /BS dalam rangka peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November 2021. Selain itu, dalam rangka pelajaran bela negara. Sebab, pada waktu yang lalu Komandan Brigif 4 Mar/BS memberi kuliah umum bela negara kepada mahasiswa.

Sebagai penerus Bangsa maka sudah menjadi kewajiban kita menghormati jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita.

Menurut Nasrullah Yusuf, Indonesia bisa merdeka dan bisa hidup seperti sekarang ini karena mereka jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita.

Tapi pahlawan saat ini menurut Nasrullah, bukan lagi turun dalam medan perang. “Siapa yang berjasa membela Bangsa Indonesa dengan Ikhlas dialah pahlawan,” ujar Nasrullah.

Rektor Universitas Majalengka Prof. Sutarman latihan menembak. (foto : ist)

Sementara itu, Rektor Universitas Majalengka Prof. Dr. Sutarman mengatakan, sangat berarti buat kami berkat aksebilitas dari Rektor Teknokrat Indonesia itu membawa kami dari Universitas Majalengka bisa berkunjung ke markas Brigif 4 Marinir/BS.

Selama ini lanjut Prof Sutarman, kinerja Marinir sangat luar biasa. Tapi hanya tahu dari pemberitaan. Tapi berkat aksebilitas Rektor Teknokrat saat ini Universitas Majalengka punya akses.

Prof. Sutarman juga sangat terkesan dengan kunjungan ke Brigif 4 Marinir /BS. Pengalaman pertama baginya sudah usia 65 baru sekarang memegang senjata. Dia juga terkesan dengan keramahan anggota Brigif 4 Marinir/BS.

Prof Sutarman menyampaikan bahwa Marinir yang dia tahu, pertama, pada tahun 1965 sampai 1967 selalu mendengar di radio pada saat itu ada seorang prajurit KKO Usman dan Harun di Singapura.

Marinir yang dia tahu kedua adalah idolanya dari Sumedang yaitu Pak Ali Sadikin. Marinir yang saya tahu yang ketiga saat reformasi Pak disaat reformasi tahun 1998 di Jakarta, semuanya pontang-panting semuanya centang perenang karena takut sama TNI yang lain. Tapi Marinir malah mengayomi mahasiswa di Jakarta itu yang saya tahu Marinir yang ketiga. Keempat yang saya baca dan saya lihat yang menguasai Amerika dan dunia semuanya Marinir ada di mana-mana. “Dan kelima, Marinir yang saya tahu di sinilah saya berpijak,” ujar Prof. Sutarman.

Sementara itu, Komandan Brigif 4 Marinir/BS Piabung Lampung Kol. Mar. Nawawi, merasa bangga atas kunjungan Forum Rektor Indonesia, dari Rektor Universitas Teknokrat dan Universitas Majalengka beserta keluarga besar.

Kol Mar Nawawi mengatakan, bahwa kerjasama dengan Universitas Teknokrat Indonesia sudah berjalan cukup lama, dari zaman Pak Fajar, mungkin juga yang sebelumnya. Kerjasama yang agak intens berkomunikasi bekerjasama sejak zaman Kol. Mar. Nawawi

Danbrigif kembali menyampaikan terima kasih kepada Rektor beserta keluarga besar Teknokrat bahwa beberapa personil sudah diajari di Universitas Teknokrat Indonesia personil Marinir sudah melaksanakan beberapa kursus di antaranya khusus bahasa Inggris, kemudian kursus komputer kemudian juga teknologi drone.

Perlunya belajar Teknologi melihat tantangan karena setiap hari terlalu banyak kegiatan yang semua harus didokumentasikan makanya prajurit Brigif juga belajar di Universitas Teknokrat editing video.

Berkaitan dengan Universitas Majalengka, Brigif Marinir juga pernah melakukan latihan di Majalengka. Sehingga nanti Universitas Majalengka bisa melakukan kerjasama dengan Marinir di sana.

Kolonel Marinir Nawawi menyampaikan kondisi Brigif 4 Marinir/BS. Salah satunya terkait alustita yang masih terbilang lawas. Kolonel Mar. Nawawi juga membuka diri untuk banyak kalangan perguruan tinggi untuk mengenal lebih dekat dengan kondisi Brigif 4 Marinir/BS. “Sekali lagi mudah-mudahan dengan kita membuka komunikasi yang baik ini kita akan semakin banyak bisa belajar semakin banyak tahu kekurangan kita,” ujar Kol. Nawawi. (W9-jam)

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed