oleh

Ribuan Jamaah Larut Ikuti Dzikir dan Sholawat Majelis Al-Hikmah Yosodadi

Metro, Warta9.com — Lima ribuan jamaah kaum muslim walmuslimah Ahlusunnah Waljamaah (Aswaja) tumpah ruah menghadiri acara Maulidurrosul dan Haul Umar bin Abdurrahman Al’Athos di kediaman Pimpinan Majelis Alhikmah, ustad Muhammad Sukemi, S.Ag di Kelurahan Yosodadi Kota Metro, Sabtu (21/12/2019) malam.

Ribuah ummat Islam yang berasal dari penjuru Provinsi Lampung itu larut dalam suasana khitmat dan khusuk bersholat dan berdzikir yang dipandu Habib Umar bin Muhdhor Al Hadad Pimpinan Majelis An Nur Bandar Lampung bersama pukuhan ulama lainya sambil mengibarkan sejumlah atribut bendera Merah Putih dari kertas, bendera Osmas Nahdlatul Ulama, bendara OKP PMII dan sejumlah atribut lainya.

Kegiatan rutin Maulidurrosul dan Haul yang digelar setiap tahun itu semakin lengkap dan menambah suasana terasa semakin syahdu dengan hadirnya Alhabib Hamid Noval Pimpinan Majelis Nur Alawy dari Kota Bandung Jawa Barat dan Abah Anom Syeh Al Mufasirin dari Kabupaten Preng Sewu yang menjabat Sekretaris Jatman Provinsi Lampunh yang memberikan tausyiah dan wejangan kepada para jamaah untuk bisa hidup selamat di dunia dan akhirat.

Mengutip apa yang disampaikan Imam Ali RA, Habib Noval mengatakan ada 3 amalan salaf yang bisa menjadi bekal selamat dunia dan akhirat, yaitu ummat Islam harus mau menuntut ilmu karena semua amal ibadah yang tidak dilandasi ilmu pengetahuan dengan sanad yang benar maka amal ibadahnya tertolak, kemudian yang juga harus dimiliki ummat Islam adalah memiliki akhlaqul karimah, memiliki adab yang baik.

Sebab berilmu saja tidak cukup bila tidak memiliki adab dan tatakrama seraya mencontohkan betapa berilmu Iblis, namun tidak memiliki adab yang baik akhirnya diusir dari dalam surga, apalagi manisia yang tidak beradab maka sulit untuk bisa masuk ke dalam surga, dan selanjutnya yang harus dilakukan ummat Islam adalah berdzikir kepada Allah baik dikala sendiri maupun saat berkumpul seperti di majelis-majelis seperti yang dilakukan saat ini.

Lebih lanjut Habib Noval mengungkapkan malam ini terasa sangat indah, karena melalui majelis sholawat dan dzikir ini menjadi asbab hujan rahmad Allah.

“Mengapa malam ini jadi luar ? karena malam ini selain memperingati haul dengan melakukan bacaan tahlilan yang merupakan amalan Aswaja, juga dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad, peringatan-peringatan semacam ini dilakukan supaya ada kecintaan kepada Nabi Muhammad, bentuk kecintaan kepada rosulullah dengan mengikuti prilaku rosulullah,” katanya.

Dalam kesempatan itu Habib Novel juga menyampaikan kepada jamaah bila sosok Nabi Muhammad itu adalah manusia tapi bukan manusia biasa karena keistimewaan yang diberikan oleh Allah SWT, untuk menumbuhkan kecintaan pada rosulullah tidak cukup dengan hanya dengan bersholawat, tetapi harus mengenal rosulullah secara utuh.

Sementara Abah Anom Syeh Al Mufasirin dalam kesempatan itu membedah pengertian apa itu Haul. Menurutnya banyak makna dari pengertian haul yaitu bisa berarti daya kekuatan dan juga bermakna sebuah amaliayah Aswaja Annahdhiyah yang dilakukan untuk memperingati wafaatnya para Alim Ulama.

Adapun yang menjadi hujah atau dasar adalah perbuatan Nabi Muhammad yang setiap tahun berziarah kepada para syuhadak yang gugur di dalam peperangan di gunung uhud atas dasar ini melaksanakan haul bukan sebuah amalan bid’ah tetapi mengikuti jalan yang dicontohkan oleh Rosulullah.

Menurut Abah Anom wafadnya para Alim Ulama adalah musibah bagi ummat Islam sebab susah untuk mencari penggantinya, berbeda kalau bupati atau pejabat lainnya yang wafat banyak yang menggantikan.

“Wafaatnya Alim Ulama seperti bocornya ban susah ditambal, beda kalau baju yang bolong mudah ditambal. Wafatnya orang sekampung lebih mudah diganti dibanding wafatnya orang Alim Ulama,” ujarnya.

Rosul bersabda orang yang masuk surga tanpa hisab 70 ribu, maka jatah itu sudah habis hanya untuk cucu keturunan rosulullah, maka tidak ada lain yang harus kita lakukan adalah nggandul ikut barisan para Habib, mengikuti para Habib dan para ulama.

“Ummat Islam harus faham, tempat yang dimulyakan Allah adalah majelis-majelis taklim. Jangan belajar agama yang tidak jelas sanadnya, harus jelas gurunya, jangan belajar sama gogle, youtube, maka perlu mencari ilmu yang sanadnya jelas, harus nyambung kepada rosulullah, sekarang ini banyak ustad karbitan baru bisa baca terjemahan sudah mengkafirkan orang lain, sudah mbid’ahkan para ulama, maka kita harus berguru yang sanadnya sampai kepafa Rosulullah,” terangnya.

Kegiatan Maulidurrosul dan Haul itu sendiri diawali sejak selesai sholat Magrib dengan berdzikir bersama yang dipimpin ustad Muhammad Sukemi sampai sholat Isya dan berakhir pukul 24.30 Wib, meski sampai larut malam jamaah tetap khusuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan tidak meninggalkan tempat duduk lesehan sampai acara selesai. (W9-joko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed