Sangat Memprihatinkan, Ruang Kelas SDN 2 Sido Rahayu Lampung Utara Berdinding Geribik Sejak Tahun 2010

Inilah kondisi ruang kelas SDN 2 Sido Rahayu, sudah dindingnya geribik, kondisi rusak. (foto : ist)

Kotabumi, Warta9.com – Kondisi SDN 02 Sido Rahayu Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara sangat memperihatinkan. Pasalnya, salah satu ruang kelas berdinding geribik (anyaman bambu) dan terkesan tidak layak dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan, Kamis (9/8/2023), ruang berdinding geribik tersebut berukuran 3×3 meter beratap asbes. terlihat hampir setiap sisi dinding berlobang besar.

Sementara di dalam ruangan, terdapat meja kursi yang terlihat kusam dan usang. Mirisnya lagi, ruang kelas geribik ini dipergunakan sejak belasan tahun, tepatnya sejak tahun 2010 lalu.

Esti, salah seorang guru disekolah tersebut mengungkapkan jika ruang tersebut dipergunakan untuk siswa kelas IV.

Menurutnya, SDN 02 Sido Rahayu memiliki gedung permanen yang terdiri dari empat ruang. Dan satu ruang lainnya berada terpisah untuk dipergunakan sebagai perpustakaan.
Digedung permanen itu diperuntukkan bagi siswa kelas I, II, III,VI dan VI dan ruang guru.

“Karena memang tidak ada ruangan lagi, selain ruangan geribik itu, kami juga terpaksa menjadikan perpustakaan dipakai untuk kelas III,” kata Esti.

Menurut dia, jumlah murid disekolah tersebut sebanyak 70 siswa dengan jumlah tenaga pengajar sebanyak 6 orang. Ruang kelas geribik tersebut sebelumnya dipergunakan untuk menaruh sepeda para siswa.

Kala itu, sistem mengajar dibagi waktu antara pagi dan siang hari. Namun karena permintaan wali murid agar waktu mengajar dilakukan pagi hari saja. Karena itulah, pihak sekolah terpaksa menjadikan ruang geribik itu sebagai ruang kelas. “Kalau tidak salah ruangan geribik itu dipakai jadi ruang kelas sejak 2010 lalu,” ucap Esti.

Dia menjelaskan, meski ruang kelas geribik tersebut tidak layak, namun siswa yang belajar sangat antusias.”Walaupun ketika hujan aktifitas belajar kami hentikan, karena air huja masuk dari sela-sela dinding dan juga atap yang bocor,” jelasnya.

Tak hanya itu, baik guru dan murid kerap khawatir saat belajar, sebab seringkali hewan melata seperti ular kerap masuk kedalam kelas.”Pihak sekolah sudah mengajukan bantuan, tapi belum terealisasi. Kami berharap pemerintah dapat membantu membuatkan ruang kelas baru,” mintanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Lampung Utara, Opi Riyansah mengaku jika SDN 02 Sido Rahayu belum bisa memperoleh bantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan pemerintah pusat karena terkendala dapodik, salah satunya jumlah siswa.

“Karena saat ini salah satu syarat mendapatkan bantuan DAK yakni dapodik harus terpenuhi. Sebab pengajuannya sistem online,” terang Opi.

Meski demikian, lanjutnya, Dinas Pendidikan akan berupaya agar sekolah tersebut mendapatkan bantuan.”Nanti kami lapor dengan pimpinan kami. Yang pasti kita usahakan sekolah ini mendapatkan bantuan, khsusnya untuk ruang kelas,” terangnya. (Zi/lam/Van)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.