oleh

Sosialisasi IP-WK di Lamteng, Made Bagiasa Tularkan Filosofi “Tri Hita Karana”

Anggota DPRD Lampung I Made Bagiasa melakukan sosialisasi IP-WK di Seputih Banyak Lamteng. (foto : ist)

Lampung Tengah, Warta9.com – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung Drs. I Made Bagiasa, melakukan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IP-WK), di Kampung Tanjung Harapan Kecamatan Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Sabtu (11/12/2021).

Kegiatan sosialisasi IP-WK dihadiri Camat Seputih Banyak Sahroni, Kepala Kampung Siti Rohmah, aparat penegak hukum hadir Babinsa, Kapolsek, hansip, tokoh masyarakat, agama, pemuda dan kelompok tani.

Made Bagiasa menyampaikan, bahwa Pancasila sebagai dasar negara memang sudah secara tidak langsung diamalkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Namun di kalangan masyarakat itu sendiri masih menyadari, dengan Pancasila inilah yang menjadi warisan dari pendiri bangsa kita semua yang berbeda pulau, suku, bahasa dan agama menjadi satu yaitu Indonesia yang terkandung dalam Bhineka tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrua.

Dikatakan memang perbedaan itu sudah menjadi kehendak alam yang menjadikan untuk bisa tetap hidup rukun dalam suasana kegotongroyongan dengan memegang filosopi ajaran Tri Hita Karana yakni menjaga hubungan yang baik dengan Tuhan, manusia dan lingkungan. Made Bagiasa yakin jika prinsip di pegang dan dijalankan oleh semua anak bangsa maka NKRI tetap tegak berdiri di bawah bendera Indonesia.

Sementara itu, narasumber Dr. Wayan Mustika sekaligus mewakili FKUB Provinsi Lampung berpesan pentingnya toleransi beragama untuk hidup saling berdampingan dengan bergotong royong. Ini sebagai inti sari dari pengamalan Pancasila sehingga Lampung sebagai miniatur Indonesia bisa dijadikan suri tauladan dalam kehidupan yang berbhineka.

Dalam dialog interaktif Camat Seputih Banyak Sahroni melaporkan bahwa wilayahnya yang terdiri dari berbagai suku, budaya, adat istiadat dan agama berjalan guyub dan rukun dengan mengedepankan rasa kekeluargaan sebagai anak bangsa Indonesia.

Ditambahkan juga dari Kepala Kampung dan tokoh masyarakat sebagai bentuk aspirasi akan sila ke 5 (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia) dari Pancasila bisa terwujud bukan slogan saja khususnya untuk masyarakat Seputih Banyak dengan program ekonomi kerakyatan berbasis pertanian. Diantaranya kesediaan pupuk yang cukup, harga hasil pertanian yang stabil, prasarana dan prasarana jalan sebagai pendukung jalur distribusi.

Kampung Tanjung Harapan pada tahun 2022 ada program Kementerian PDT BLT sebesar 40 % di Kampung Tanjung Harapan sebagai Kampung Inklusif. Namun harapan masyarakat melalui Made Bagiasa sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan dengan mengalihkan program BLT menjadi program berbasis peternakan dan pertanian yang bersifat berkala dan berjangka panjang. (W9-jam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed