Sudah Tua Masih Cemburu, Istri Tidur Tewas Dicangkul

KAYAK anak muda saja, masih cemburuan. Tapi itulah yang terjadi di Jember. Khawatir istrinya direbut lelaki lain, Mbah Soma 60 tahun ini, malah tega mencangkul kepala istri sendiri. Tambah sadis lagi, kepala Murni (istri) dibelah saat dia sedang tidur nyenyak. Akibatnya wanita malang ini tewas di tempat.

Cemburu menandakan cinta. Tapi ketika usia sudah kepala enam, masihkah kah cinta itu menyala-nyala? Sebab biasanya, dalam usia itu suami istri yang ada tinggalah persahabatan, tidak lagi ada pertandingan, apa lagi “gulat” antara hidup dan mati. Orang bilang, nafsu besar tenaga kurang. Bila ketemu teman sebaya yang dibahas selalu soal encok yang kumat dan bagaimana menemukan obat kuat yang jitu.

Dikutif dari poskotanews.com, rupanya Mbah Soma warga Dusun Gadungan, Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember itu masuk perkecualian. Dalam usia pas kepala enam, cemburunya pada istri masih menggebu-gebu. Melihat istrinya dekat dengan lelaki lain, curiga bahwa istri akan direbutnya. Padahal bagi si tetangga, buat apa nenek-nenek dipelihara? Mending kalau punya duit Rp 1 miliar melamar janda cantik dari Kalasan, Yogyakarta. Pasti: jan tanja tenan!

Jelas mbah Soma duit segitu tidak punya, sehingga apa yang ada dipelihara sebaik mungkin. Biar ngentutan dan badan sudah kisut-kisut, kulit ditarik malah ngikut; dia tak bergeming. Cuma yang belakangan bikin Mbah Soma gulung koming, ada isyu bahwa istrinya sekarang punya PIL. Dia tidak rela dan tidak siap bilamana istrinya digondol lelaki lain.

Tentang adanya isyu tersebut, Mbah Soma mencoba klarifikasi pada pihak terkait, maksudnya: pada sang istri. Tapi jawab Ny. Murni tidak mengiyakan tidak pula menolak. Bahkan dia balik bertanya, “Kamu kan sudah 30 tahun lebih jadi suamiku. Sampeyan sudah tau karakter saya luar dalam. Lalu pertanyaannya: pantaskah saya memiliki PIL?”

Wah, tentu saja mbah Soma malah bingung didebat model pengacara, dan sejak itu kadar kecemburuaannya semakin meningkat. Lalu prinsipnya kemudian, ketimbang diambil orang, mending dimusnahkan sekalian. Tiba-tiba dia ambil pacul. Ny. Murni yang sedang dibuai mimpi itu langsung dicangkul kepalanya, hingga terbelah. Mengaduh sebentar, lalu terdiam untuk selamanya. “Aku cemburu,” kata Mbah Soma pada polisi.

Sudah tua kok masih pelihara cemburu, makanannya apa tuh? (Yahya)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.