oleh

Tim Animasi Universitas Teknokrat Juara Nasional Kompetisi Film Pendek Animasi Islami

Aga Arsari Tim Animedia Teknokrat saat menerima anugerah lomba Islamic Animated Short Movie Competition. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.com – Pandemi Covid-19 tak menghambat mahasiswa untuk meraih prestasi. Seperti dilakukan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, tetap aktif dan inovatif di berbagai kegiatan dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Seperti yang dilakukan Tim Animedia Universitas Teknokrat Indonesia, berhasil menjadi Juara 3 Nasional dalam ajang kompetisi “Islamic Animated Short Movie Competition (IASMC) atau Kompetisi Film Pendek Animasi Islami Tingkat Nasional Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI.

Sebanyak 10 Dewan Juri telah menentukan juara dari kompetisi yang diikuti oleh 235 karya dengan jumlah partisipan 1.175 orang dari 34 Provinsi di Indonesia. Sekaligus, Rabu (25/8/2021), Penganugerahan Juara Islamic Animated Short Movie Competition Tahun 2021 Secara Virtual oleh Kementerian Agama RI.

Juara 1 : Aifeka (Jawa Timur) Judul “Suri Tauladan”
Juara 2 : Faizal (Jawa Barat) Judul “Haqubot”
Juara 3 : Aga Arsari (Animedia Universitas Teknokrat Indonesia) Lampung, Judul “The Difference” (perbedaan).

Dalam mengikuti lomba ini, Aga Arsari diperkuat oleh tim Animedia Universitas Teknokrat yaitu; Aris Tri Wibowo, Muhammad Shidiq Kuswara dan Nur Miftahul Haq.

Aga Arsari menceritakan, film pendek yang dilombakan menceritakan walau beda keyakinan, tapi sifat tolong-menolong sesama tetap dilakukan.

Dalam film pendek ini diceritakan, sosok seorang anggota Polisi yang ingin pulang ke rumah setelah bertugas. Di tengah jalan melihat ada seorang laki-laki yang berdiri di pinggir jalan sambil membawa barang menunggu angkutan yang tak kunjung lewat. Kebetulan waktu menjelang buka puasa.

Anggota polisi ini menawarkan bapak yang menunggu angkutan untuk ikut dengannya dan diantar sampai di tempat. Bapak yang diantar polisi ini pengurus sebuah yayasan yatim piatu. Setelah bapak turun dari motor, anggota Polisi berpamitan pulang. Pas waktunya sudah masuk adzan Magrib, bapak pengurus yayasan ini menawarkan kepada Polisi untuk buka puasa bersama. Anggota Polisi ini menjawab “maaf pak saya tiada puasa, karena bukan muslim.

Bapak pengurus yayasan ini tetap merayu Polisi yang menolongnya agar tetap makan bersama walau tidak puasa. Anggota Polisi meluangkan waktu buka puasa bersama bapak yang ditolong bersama anak-anak panti asuhan sebagai bentuk toleransi dan menghargai ajakan bapak yang sudah ditolong.

Salah satu cuplikan film pendek anggota Polisi mengantar pengurus panti asuhan. (foto : ist)

Inilah cerita pendek animasi Islami yang dibawakan oleh Tim Animedia Universitas Teknokrat Indonesia berjudul “The Difference” (perbedaan). Hasil usaha dan kerja kerasnya bersama tim, Animedia Universitas Teknokrat menjadi juara nasional mengharumkan nama kampus dan Provinsi Lampung. Karena lomba ini diikuti ratusan karya dan ribuan peserta dari 34 Provinsi di Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, SE, MM, mengucapkan selamat atas prestasi nasional Tim Animedia Teknokrat. Prestasi ini membuktikan bahwa pandemi tak menyurutkan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia untuk berprestasi dan berinovasi. Kampus selalu mendukung kegiatan mahasiswa untuk berinovasi dan berprestasi. “Prestasi nasional ini bukan saja membanggakan kampus, tapi juga membanggakan Provinsi Lampung di tingkat nasional,” ujar Mahathir. (W9-jam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed