Ketua Panitia RECAKA, Diantori, memaparkan bahwa festival ini adalah ajang seni-budaya berskala nasional yang bertujuan merayakan, melestarikan, dan mengembangkan musik tradisional Nusantara. Kegiatan tersebut terselenggara berkat kerja sama Kementerian Kebudayaan RI, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, serta dukungan Yayasan Murni Budaya Lampung.
Tahun ini, RECAKA diikuti oleh 27 penampil dari enam provinsi, dua negara, dan puluhan komunitas tradisi di Lampung Tengah. Selain penampilan musik, rangkaian acara juga mencakup lokakarya bertema Sound of Diversity, pameran organologi, dan bazar UMKM.
Dalam sambutannya, Wamen Giring mengajak seluruh elemen pemerintah, masyarakat, pelaku seni, dunia pendidikan, hingga swasta untuk bersatu menjaga nyala budaya Indonesia. Ia menegaskan bahwa musik tradisi harus dilihat bukan hanya sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai modal masa depan bangsa.
Suasana semakin hangat saat Giring membawakan lagu “Laskar Pelangi” sebelum membuka festival dengan pemukulan canang dan menyerahkan plakat kepada perwakilan peserta. (Nan)
