Hadiri Wisuda Universitas Teknokrat, Kepala LLDIKTI Wilayah II Beri Tips Lima Ciri Kehidupan Orang Cerdas

Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof Dr. Iskhaq Iskandar saat memberi sambutan pada wisuda di Universitas Teknokrat Indonesia. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.com – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc, menghadiri Wisuda Periode II Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Rabu (17/12/2025).

Prof Iskhaq menjabarkan makna yang terkandung dalam mukadimah pembukaan UUD 45. Dalam mukadimah Undang-Undang tersebut para pendiri bangsa ingin mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam mukadimah disebutkan, Melindungi kesejahteraan, untuk kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga ketertiban dunia.

Para wisudawan Universitas Teknokrat termasuk para anak-anak bangsa yang cerdas. Namun yang dimaksud bukan hanya itu yang diharapkan para pendiri bangsa. Tapi bagaimana kehidupan anak bangsa yang cerdas. “Boleh saja mahasiswa memperoleh IPK 4, tapi yang kita harapkan buka itu, tapi bagaimana memperoleh kehidupan yang cerdas,” ujar Prof. Iskhaq Iskandar.

Menurut Prof Iskhaq, paling tidak ada lima ciri orang kehidupannya cerdas.
Ciri orang kehidupan cerdas;

Pertama, rasa ingin tahu yang tinggi. Karena dengan keinginan yang tinggi akan muncul keinginan. Maka lahirlah inovasi-inovasi. Sebagai sarjana maka perlu menambah hal-hal baru di masyarakat, pemikiran yang kritis sehingga melahirkan inovasi.

Kedua, orang yang kehidupannya cerdas, punya data adaptasi yang tinggi. Apalagi saat ini perubahan kehidupan sangat cepat, dalam perubahan teknologi, perubahan kehidupan dan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Mereka yang bertahan adalah yang mampu beradaptasi. Kedepan yang akan memenangkan perubahan adalah bukan mereka yang cerdas, tapi mereka yang mampu beradaptasi dan berkolaborasi.

Ketiga, mereka yang mempunyai kehidupan yang cerdas yang punya empati. Empati bukan hanya menyampaikan keprihatinan atau bantuan temannya yang sedang kena musibah, tapi empati juga hatinya, kemudian dia hadir mencari solusi. Punya empati ini akan lahir harmoni dalam kehidupannya. “Dari sinilah akan lahir kolaborasi. Jadi saya sampaikan yang akan memenangkan pertarungan mereka yang mampu berkolaborasi dan mampu beradaptasi,” ujar Kepala LLDIKTI Wilayah II.

“Inilah makna kampus berdampak, sarjana berdampak. Mereka akan menumbuhkan empati dan inovasi di tengah-tengah masyarakat. Pasti kehidupannya akan cerdas,” tambah Prof. Iskhaq.

Keempat, mereka yang taat aturan dan nilai-nilai di masyarakat. Boleh saja anda cerdas, tapi saat mengendarai kendaraan menerobos lampu merah, maka bukan dinamakan masyarakat cerdas. “Orang-orang yang kehidupannya cerdas pasti akan mentaati aturan dan norma-norma di masyarakat,” kata Prof. Iskhaq.

Kelima, orang yang kehidupannya cerdas adalah mereka yang memberi solusi. Bukan yang menimbulkan masalah, tapi mereka yang memecahkan masalah. “Kelima ciri itulah, nanti yang akan menentukan sarjana yang cerdas dan memiliki kehidupan yang cerdas. Itulah maksud dari para pejuang bangsa yang ingin mencetuskan kesejahteraan kehidupannya,” ujar Prof Iskhaq.

Sebanyak 317 sarana Universitas Teknokrat Indonesia diwisuda yang dilaksanakan di Gelanggang Mahasiswa Dr. HM. Nasrullah Yusuf. Wisudawan dan wisudawati terdiri Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan (FSIP), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Wisuda dihadiri Pembina Yayasan Pendidikan Teknokrat Hj. Hernaini, S.S, MPd, para wakil Rektor, dekan dan wakil dekan. (W9-jm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses