Tulang Bawang Barat, Warta9.com – Komitmen membangun desa dari pinggiran kembali ditunjukkan Pemerintah Tiyuh Toto Makmur, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung.
Melalui Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp803.673.000, pemerintah tiyuh setempat mengakselerasi pembangunan infrastruktur strategis sekaligus memperkuat program pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan lokal.
Dana Desa tersebut direalisasikan secara bertahap, yakni Tahap I sebesar Rp353.828.200 dan Tahap II sebesar Rp449.844.800, dengan perencanaan yang disusun melalui Musyawarah Tiyuh dan mengacu penuh pada ketentuan pemerintah pusat.
Kepalo Tiyuh Toto Makmur, Madrim, menegaskan bahwa Dana Desa bukan sekadar instrumen anggaran, melainkan motor penggerak pembangunan dan kesejahteraan warga.
“Setiap program yang dijalankan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Kami memastikan perencanaan partisipatif, pelaksanaan transparan, dan manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” kata Madrim, Rabu (24/12/2025).
Salah satu fokus utama Dana Desa 2025 di Tiyuh Toto Makmur adalah pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Pemerintah tiyuh membangun tiga unit jembatan yang tersebar di RT 04, RT 06, dan RT 07, membuka akses antarwilayah dan memperlancar distribusi hasil pertanian serta kegiatan sosial masyarakat.
Tak hanya itu, pemeliharaan Jalan Usaha Tani sepanjang 1.800 meter turut menjadi prioritas, sebagai bentuk keberpihakan pada sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi warga.
Infrastruktur yang memadai diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya distribusi hasil tani.
Selain pembangunan fisik, Dana Desa 2025 juga diarahkan untuk memperkuat jaring pengaman sosial dan pemberdayaan ekonomi.
Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) disalurkan kepada warga yang membutuhkan, sementara penguatan ketahanan pangan melalui Bumti Bina Mandiri menjadi langkah strategis mendorong kemandirian ekonomi tiyuh.
Dana Desa juga dimanfaatkan untuk mendukung kinerja aparatur dan elemen masyarakat melalui pemberian honor bagi staf tiyuh, kader posyandu, Kader KPM, Linmas, serta mendukung aktivitas PKK dan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya.
Menurut Madrim, seluruh proses penyerapan anggaran dilakukan secara akuntabel dan sesuai regulasi, dengan pengawasan internal bersama aparatur tiyuh dan pendamping.
“Akuntabilitas menjadi kunci agar kepercayaan masyarakat terus terjaga,” katanya.
Di tengah masifnya pembangunan, Kepalo Tiyuh Toto Makmur mengajak masyarakat untuk tidak hanya menikmati hasil pembangunan, tetapi juga ikut menjaga dan merawatnya.
“Infrastruktur yang dibangun adalah aset bersama. Jika dijaga bersama, manfaatnya akan dirasakan lebih lama,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antara masyarakat dan aparatur tiyuh. Menurutnya, kemajuan desa hanya dapat dicapai melalui kebersamaan dan gotong royong.
Dengan tata kelola Dana Desa yang terencana dan berorientasi pada kebutuhan riil warga, Tiyuh Toto Makmur menunjukkan bahwa pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan bukan sekadar wacana, melainkan kerja nyata dari tingkat paling dasar pemerintahan. (*)











