Welcome
Serlamat datang di website resmi Warta9 Media Group

Pemkab Tulang Bawang Perkuat Satgas Karhutla Hadapi Ancaman El Nino

Tulang Bawang, Warta9.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang diperkirakan meningkat seiring fenomena El Nino 2026.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Karhutla yang digelar di Lantai II Kantor Bupati Tulang Bawang, Jalan Cemara Gunung Sakti, Menggala, Senin (20/7/2026).

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Tulang Bawang, Dr. Anthoni, mengatakan penanganan Karhutla masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan personel bersertifikasi, kendaraan operasional, serta peralatan pemadaman.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penguatan sumber daya manusia (SDM), penambahan sarana dan prasarana, serta peningkatan koordinasi antarinstansi.

“Untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla, diperlukan penguatan SDM, penambahan sarana dan prasarana, serta peningkatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor agar penanganan di lapangan dapat berjalan secara cepat, terpadu, dan efektif,” ujarnya.

Anthoni berharap rakor tersebut tidak sekadar menjadi forum koordinasi, tetapi mampu menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat kesiapan seluruh unsur menghadapi potensi Karhutla.

Berdasarkan hasil pemetaan, kawasan rawan Karhutla tersebar di 15 kecamatan dengan total area mencapai sekitar 297.391 hektare. Gedung Meneng tercatat sebagai wilayah dengan luasan rawan terbesar. Sementara Rawajitu Timur dan Rawajitu Selatan memiliki tingkat risiko tinggi karena sebagian wilayahnya didominasi lahan gambut.

Polisi Siapkan Posko dan Personel

Kabag Ops Polres Tulang Bawang, Kompol Haryono, menyatakan kepolisian siap mendukung langkah pemerintah daerah melalui pembentukan posko siaga, penyiapan personel, serta penguatan koordinasi bersama Polsek dan instansi terkait.

“Walaupun masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, khususnya kendaraan operasional pemadam, Polres berkomitmen mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar setiap kejadian Karhutla dapat ditangani secara cepat dan efektif,” katanya.

Selain kesiapan personel, Polres Tulang Bawang akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan perusahaan agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Perusahaan yang berada di wilayah rawan juga didorong membentuk tim kesiapsiagaan Karhutla sehingga dapat melakukan penanganan awal sebelum api meluas.

Armada Pemadam Masih Terbatas

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Tulang Bawang, Muhammad Umar, mengungkapkan saat ini pihaknya hanya memiliki empat unit mobil pemadam. Satu unit ditempatkan di Unit II, sedangkan tiga unit lainnya berada di Menggala untuk melayani 15 kecamatan.

“Pemetaan difokuskan pada wilayah Penawar Tama, Gedung Meneng, Dente Teladas, Rawajitu Selatan hingga Rawajitu Timur. Wilayah tersebut didominasi lahan gambut yang sangat rawan saat musim kemarau karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah,” jelasnya.

Umar meminta perusahaan di kawasan rawan ikut memperkuat upaya pencegahan, antara lain dengan mengerahkan alat berat untuk membuat sekat maupun parit sebagai upaya memutus penyebaran api.

Perusahaan juga diminta mengoptimalkan armada pemadam internal yang dimiliki untuk membantu penanganan apabila terjadi kebakaran di sekitar wilayah operasional.

Kepada para camat, Umar meminta koordinasi dengan BPBD dan perusahaan terus diperkuat sehingga bantuan pemadaman dapat segera dikerahkan apabila kebakaran terjadi di kawasan permukiman.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi air yang dibawa mobil pemadam karena air tersebut berasal dari sumur bor dan diperuntukkan bagi kebutuhan MCK.

“Air tersebut tidak aman untuk diminum atau dikonsumsi,” tegasnya.

Puncak Risiko Diperkirakan Oktober-November

Mengacu pada pengalaman El Nino 2023, periode Oktober hingga November menjadi waktu yang perlu mendapat perhatian serius karena bertepatan dengan puncak musim kemarau dan meningkatnya titik kebakaran.

Karena itu, BPBD dan Dinas Sosial diminta mulai menyiapkan bak penampungan air berkapasitas besar di sejumlah lokasi strategis untuk mengantisipasi kekeringan dan krisis air bersih.

Kepala BPBD Tulang Bawang, Hariyaanto, mengatakan berdasarkan prakiraan BMKG, puncak El Nino 2026 diperkirakan terjadi pada Oktober-November. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, Karhutla, dan kekurangan air bersih.

“Dampak El Nino diproyeksikan memengaruhi sektor pertanian, perkebunan, hortikultura, permukiman, hingga kesehatan masyarakat akibat meningkatnya potensi kebakaran, kabut asap, dan ISPA, sehingga diperlukan langkah mitigasi secara terpadu lintas sektor,” ujarnya.

Hariyaanto menyebut Pemkab Tulang Bawang telah menerbitkan Surat Edaran Bupati terkait kesiapsiagaan menghadapi El Nino. Selain itu, pemerintah daerah mengusulkan pembangunan delapan titik sumur bor kepada BPBD Provinsi Lampung.

Pemkab juga telah membentuk Satgas Penanggulangan Kebakaran Lahan melalui SK Bupati Nomor B/419/VI/HK/TB/2026.

Satgas tersebut bertugas memperkuat koordinasi lintas instansi, meningkatkan keterlibatan masyarakat dan dunia usaha dalam pencegahan Karhutla, serta mengoptimalkan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Perusahaan Siapkan Peralatan Pemadaman

Dukungan juga datang dari dunia usaha. Perwakilan PT Sugar Group Companies (SGC), Fredi Tri Isyanto, mengatakan perusahaan telah membentuk Satgas Karhutla dan menyiapkan berbagai peralatan pendukung, termasuk mobil pemadam, tangki air, perlengkapan personel, serta tiga unit mobil tangki air yang disiagakan di seluruh wilayah divisi.

“Perusahaan juga siap membantu pemadaman kebakaran di luar wilayah konsesi serta menyalurkan bantuan air kepada masyarakat apabila dibutuhkan,” katanya.

Sementara itu, perwakilan PT Lambang Jaya, M. Ismail, menyampaikan pihaknya telah menyiapkan lima unit mesin pompa portabel, selang pemadam sepanjang 200 meter, nozzle spray, serta armada mobil tangki dengan kapasitas 1.000 liter, 3.000 liter, dan 5.000 liter.

“Kami berkomitmen membantu pemerintah dan masyarakat dalam penanganan Karhutla apabila terjadi kebakaran di wilayah sekitar,” ujarnya.

Melalui penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, perusahaan, dan masyarakat, Pemkab Tulang Bawang berharap potensi Karhutla dapat ditekan sekaligus memastikan kesiapan menghadapi dampak El Nino pada puncak musim kemarau 2026.

(W9-Wan)

Exit mobile version